Steam Putuskan Rollback Pakai Rating Game PEGI Setelah Polemik IGRS Komdigi

Polemik IGRS di Steam memicu kritik. Komdigi klarifikasi, Steam mulai rollback dan kembali ke rating PEGI di beberapa game.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja
Implementasi IGRS Milik Komdigi di Platform Steam. 

Pembahasan mencakup aspek teknis, mekanisme verifikasi, hingga dasar hukum implementasi rating di Indonesia.

Hingga Senin (6/4/2026), perkembangan terkait rollback dan penyesuaian rating di Steam masih berlangsung.

Informasi yang beredar perlu dipahami sebagai bagian dari proses evaluasi, bukan keputusan akhir yang telah ditetapkan.

Harapan Komunitas Gamer Ke IGRS

Secara konsep, IGRS merupakan sistem klasifikasi game yang dikembangkan pemerintah Indonesia sejak 2016 untuk melindungi masyarakat dari konten yang tidak sesuai usia.

Sistem ini menjadi bagian dari regulasi yang mewajibkan setiap game yang beredar di Indonesia memiliki klasifikasi usia resmi.

Namun, implementasinya di platform global seperti Steam tidak berjalan secara sederhana.

Perbedaan sistem, metode klasifikasi, hingga mekanisme distribusi digital membuat integrasi IGRS membutuhkan penyesuaian teknis yang kompleks.

Perbedaan tersebut memunculkan kesalahan teknis yang berujung pada inkonsistensi dan keakuratan rating.

Jika berlangsung lama, sistem ini dapat berdampak pada masyarakat Indonesia terhadap kelayakan suatu gim, dengan kualitas yang dicerminkan saat ini.

Baca juga: Game PUBG: Blindspot Resmi Tutup, Tactical Shooter 5v5 Ini Gagal Bertahan

Bagi komunitas gamer, persoalan ini tidak hanya soal label usia, tetapi juga menyangkut kredibilitas platform dan potensi pembatasan akses gim bagi mereka di masa depan.

Fokus utama pemerintah adalah memastikan sistem klasifikasi berjalan akurat dan dapat dipercaya.

Perubahan yang dilakukan Steam, termasuk indikasi kembalinya penggunaan rating PEGI, mencerminkan proses adaptasi terhadap regulasi lokal yang masih berlangsung.

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa integrasi sistem rating global dan nasional masih menghadapi tantangan.

Ke depan, hasil pembahasan antara Steam dan pemerintah Indonesia akan menjadi penentu arah implementasi IGRS.

Apakah sistem ini akan diterapkan penuh, disesuaikan, atau berjalan berdampingan dengan standar internasional seperti PEGI, masih menjadi pertanyaan terbuka.

Bagi pengguna, situasi ini menegaskan pentingnya sistem rating yang konsisten dan dapat dipercaya.

Tanpa hal tersebut, klasifikasi usia berisiko tidak lagi berfungsi sebagai panduan, melainkan sumber kebingungan.

(MG Fadhlullah Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved