Game PUBG: Blindspot Resmi Tutup, Tactical Shooter 5v5 Ini Gagal Bertahan
PUBG: Blindspot resmi tutup setelah Early Access singkat. Player sepi, matchmaking lama, hingga KRAFTON akhiri layanan game ini.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- PUBG: Blindspot resmi tutup layanan pada 30 Maret 2026 setelah masa Early Access yang sangat singkat. Game tactical shooter 5v5 ini sempat dipromosikan lewat demo di Steam Next Fest dengan membawa nama besar PUBG.
- Jumlah pemain yang terus menurun membuat pengalaman bermain terganggu, terutama pada sistem matchmaking.
- Di tengah situasi internal KRAFTON, proyek ini akhirnya dihentikan dan menjadi contoh sulitnya eksperimen di game live-service.
TRIBUNJOGJA.COM - KRAFTON resmi menghentikan layanan PUBG: Blindspot pada 30 Maret 2026 pukul 18.00 KST atau 09.00 UTC.
Setelah waktu itu, gim tidak lagi bisa diakses maupun dimainkan karena server dinyatakan tutup permanen.
Keputusan ini diumumkan melalui laman dukungan resmi KRAFTON dan pengumuman resmi gim di Steam.
Umur Gim Sangat Singkat
PUBG: Blindspot sebelumnya meluncur dalam tahap Early Access pada tanggal 5 Februari 2026.
Namun, masa uji coba tersebut berlangsung jauh lebih singkat dari ekspektasi.
Dalam hitungan minggu, siklus pengembangan yang biasanya diisi dengan pembaruan konten dan penyesuaian gameplay justru berujung pada penghentian layanan.
Artinya, usia layanan gim ini hanya bertahan kurang dari dua bulan sebelum akhirnya resmi dihentikan.
Baca juga: Battlefield 6 Season 2 Nightfall Rilis 17 Maret 2026, Free Trial Dibuka
Di platform Steam, gim ini diperkenalkan sebagai tactical shooter 5v5 dengan sudut pandang top-down.
Pendekatan tersebut menjadi kontras dengan kakaknya, PUBG: Battlegrounds, yang selama ini dikenal lewat format battle royale.
Perbedaan konsep ini sempat menarik perhatian karena membawa nama besar PUBG ke arah yang unik.
Namun dalam praktiknya, perubahan tersebut belum cukup mampu mempertahankan pemain dalam jangka waktu panjang.
Alasan Penutupan
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui Steam, perwakilan tim pengembang ARC, Sequoia Yang, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan internal.
Ia menyebut timnya telah mencoba berbagai cara untuk meningkatkan kualitas permainan sejak pembaruan terakhir.
Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk menjaga standar pengalaman bermain yang diharapkan.
“Kami telah mengeksplorasi berbagai cara untuk meningkatkan pengalaman dan membawa gim ini ke arah yang lebih baik.
Namun setelah pertimbangan matang, kami menyimpulkan bahwa kami tidak lagi dapat secara berkelanjutan menghadirkan pengalaman yang kami targetkan selama Early Access,” ujar Yang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260402-PUBG-Blindspot.jpg)