DLSS 5 Nvidia Diumumkan, Grafis Game Realistis Berbasis AI, Gambar Mirip Film Hollywood

NVIDIA perkenalkan DLSS 5 di GTC 2026, hadirkan grafis game mirip Hollywood dengan teknologi AI neural rendering hingga 4K.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Nvidia.com
Teknologi NVIDIA: Akselerasi DLSS AI. (Nvidia.com) 

Ringkasan Berita:
  • DLSS 5 diperkenalkan dalam GTC 2026 dengan membawa teknologi neural rendering berbasis AI yang tidak hanya meningkatkan performa, tetapi juga kualitas visual.
  • Teknologi ini mampu mengolah pencahayaan, tekstur, dan detail karakter secara real-time hingga resolusi 4K, sehingga menghasilkan tampilan yang realistis.
  • DLSS 5 akan didukung oleh berbagai pengembang besar dan dijadwalkan rilis pada akhir 2026.

 

TRIBUNJOGJA.COM - Nvidia baru saja memperkenalkan inovasi terbaru mereka yaitu DLSS 5 dalam ajang GTC 2026 yang digelar pada Maret 2026.

Teknologi ini menjadi lanjutan dari DLSS sebelumnya yang kini tak hanya fokus pada peningkatan performa, tetapi juga kualitas visual berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Berbeda dari generasi sebelumnya, DLSS 5 menghadirkan pendekatan neural rendering yang memungkinkan AI untuk ikut membangun tampilan visual dalam game.

"DLSS 5 menghadirkan model neural rendering real-time yang menyuntikkan pencahayaan dan material fotoreal ke dalam setiap piksel." tulis Nvidia dalam blog resmi Nvidia.com

Baca juga: Menggunakan AI untuk Meningkatkan Performa Bermain Game & Cara Mengaktifkannya

Perbandingan DLSS 5 off vs. on pada Resident Evil Requiem. © 2026 Capcom Co., Ltd. (Nvidia.com)
Perbandingan DLSS 5 off vs. on pada Resident Evil Requiem. © 2026 Capcom Co., Ltd. (Nvidia.com)

Kualitas Visual Layaknya Hollywood

Melalui pemrosesan berbasis AI, DLSS 5 dapat merekonstruksi berbagai elemen visual seperti pantulan cahaya, tekstur permukaan, hingga detail karakter secara lebih nyata.

DLSS 5 memanfaatkan data warna dan pergerakan dari tiap frame, lalu diproses oleh AI untuk menambahkan pencahayaan dan material tekstur yang lebih realistis.

Contohnya dalam sebuah karakter gim; rambut, kain, hingga efek pada kulit dapat terlihat lebih dalam dan nyata.

AI juga mampu mengenali kondisi pencahayaan, seperti cahaya dari depan, belakang, atau suasana mendung.

Teknologi ini juga mampu berjalan hingga resolusi 4K secara real-time, sehingga pemain tetap mendapatkan performa bermain yang lancar tanpa mengorbankan kualitas grafis.

Hasilnya kualitas grafis mampu mendekati visual sinematik tanpa sepenuhnya bergantung pada metode rendering tradisional seperti pada Hollywood yang memakan waktu lama.

"...Teknologi ini menjembatani kesenjangan antara hasil rendering dan dunia nyata, sehingga pengembang game dapat menghadirkan grafis dengan tingkat realisme baru yang sebelumnya hanya bisa dicapai di efek visual film Hollywood." tulis mereka dalam blog resmi Nvidia.com.

Baca juga: NVIDIA Perkenalkan DLSS 4.5, Lompatan Besar Performa dan Kualitas Visual

Nantinya, para pengembang gim dapat mengimplementasikan teknologi DLSS 5 sesuai kemauan mereka.

Mulai dari pengaturan intensitas, color grading, hingga masking pada kualitas visual AI DLSS 5.

Kebebasan ini bersifat positif bagi para pengembang gim, karene mereka dapat menyesuaikan AI DLSS5 tanpa harus menghilangkan gaya khas gim mereka.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved