Steam Putuskan Rollback Pakai Rating Game PEGI Setelah Polemik IGRS Komdigi
Polemik IGRS di Steam memicu kritik. Komdigi klarifikasi, Steam mulai rollback dan kembali ke rating PEGI di beberapa game.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Polemik IGRS di Steam muncul setelah banyak rating game dinilai tidak akurat, termasuk konten dewasa yang mendapat label usia rendah.
- Komdigi menegaskan rating tersebut belum resmi karena masih berbasis self-declare.
- Di tengah kritik, Steam mulai menarik dan mengoreksi label IGRS, bahkan pada beberapa kasus kembali menggunakan sistem rating global seperti PEGI. Hingga kini, perubahan masih dalam tahap evaluasi.
TRIBUNJOGJA.COM - Polemik sistem rating game di Indonesia kembali memanas setelah penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform Steam menuai kritik luas dari komunitas gamer dan pelaku industri video game.
Di tengah kontroversi tersebut, Steam dilaporkan melakukan rollback atau penarikan tampilan rating IGRS pada Senin (6/4/2026), termasuk yang sebelumnya menggunakan sistem rating global seperti PEGI.
Baca juga: Komdigi Klarifikasi Polemik Rating IGRS di Steam, Sistem Masih Disesuaikan
Kronologi Polemik IGRS
Polemik ini bermula sejak Minggu (5/4/2026), ketika sejumlah game di Steam mulai menampilkan label IGRS untuk pengguna di Indonesia.
Sistem ini seharusnya berfungsi sebagai panduan usia, dengan kategori mulai dari 3+, 7+, 13+, 15+, hingga 18+.
Namun dalam praktiknya, banyak ditemukan kejanggalan akan salahnya keakuratan yang memicu kebingungan publik.
Isu ini juga disorot oleh Kris Antoni (@kerissakti), pendiri Toge Productions yang dikenal melalui gim lokal seperti Coffee Talk dan A Space for the Unbound.
Beberapa game dengan konten dewasa justru mendapatkan rating rendah, sementara game lain yang relatif aman malah diklasifikasikan untuk usia lebih tinggi.
Bahkan ada kasus game dengan konten eksplisit yang diberi label aman untuk semua umur.
Sementara judul populer lain justru dianggap tidak layak didistribusikan atau RC (Resricted Content) dalam klasifikasi rating IGRS.
Baca juga: Implementasi Sistem Rating Usia Milik Komdigi Pada Game Steam, Apa Artinya?
Dilansir dari situs resmi IGRS, rating "RC" diberikan untuk gim yang mengandung konten terlarang.
Kriteria ini mencakup beberapa jenis konten.
Pertama, gim yang menampilkan atau memperdengarkan unsur pornografi.
Kedua, gim yang mengandung aktivitas perjudian berbasis taruhan, baik menggunakan alat pembayaran sah maupun aset digital.
Ketiga, gim yang memuat konten yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Kondisi ini memicu kritik luas dari komunitas gamer karena salahnya akurasi penilaian sistem rating IGRS pada banyak judul gim di Steam.
Tanggapan Komdigi Terkait IGRS
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kemudian angkat bicara terkait polemik tersebut pada Minggu (5/4/2026).
Dalam pernyataan resminya, Komdigi menegaskan bahwa rating IGRS yang muncul di Steam saat ini bukan merupakan hasil klasifikasi resmi yang telah diverifikasi pemerintah.
“Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS,” demikian disampaikan dalam pernyataan resmi Komdigi.
Menurut pemerintah, sebagian besar rating tersebut masih berasal dari mekanisme internal Steam berbasis self-declare, sehingga belum melalui proses verifikasi sesuai regulasi di Indonesia.
"Kondisi ini terjadi karena sebagian informasi rating masih bersumber dari mekanisme internal platform yang berbasis self-declare, sementara proses verifikasi resmi oleh IGRS belum seluruhnya dilakukan," tulisnya.
Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, terutama terkait kelayakan usia pemain terhadap suatu game.
Baca juga: Reseller Apple Indonesia Umumkan iPhone 17e, The Next iPhone XR 2026?
Komdigi juga menyoroti adanya indikasi penggunaan label IGRS tanpa verifikasi resmi, yang dinilai tidak mencerminkan klasifikasi yang sah.
Dalam konteks regulasi, setiap penyelenggara sistem elektronik diwajibkan menyampaikan informasi yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan kepada pengguna.
Usai Polemik IGRS, Steam Kembali Menggunakan Rating PEGI
Di tengah polemik yang berkembang, Steam mulai melakukan penyesuaian sistem rating dengan menarik dan mengoreksi sejumlah label IGRS yang sebelumnya muncul di platform.
Dalam beberapa kasus, tampilan rating tersebut terpantau kembali menggunakan sistem rating global seperti PEGI (Pan European Game Information).
Langkah ini dinilai oleh warganet sebagai respons awal terhadap kritik yang muncul, sekaligus upaya meredam kebingungan di kalangan pengguna.
Meski belum ada pernyataan resmi terkait rollback secara menyeluruh, perubahan pada sejumlah halaman game menunjukkan adanya evaluasi internal dari pihak Steam.
Di sisi lain, Komdigi menegaskan melalui pernyataan resminya pada Minggu (5/4/2026) bahwa ini bukan untuk membatasi akses game, melainkan memastikan klasifikasi berjalan sesuai aturan dan melindungi pengguna.
Pemerintah saat ini juga tengah meminta klarifikasi resmi dari pihak Steam, sekaligus membuka pembahasan lanjutan terkait integrasi sistem IGRS ke dalam platform tersebut.
Pembahasan mencakup aspek teknis, mekanisme verifikasi, hingga dasar hukum implementasi rating di Indonesia.
Hingga Senin (6/4/2026), perkembangan terkait rollback dan penyesuaian rating di Steam masih berlangsung.
Informasi yang beredar perlu dipahami sebagai bagian dari proses evaluasi, bukan keputusan akhir yang telah ditetapkan.
Harapan Komunitas Gamer Ke IGRS
Secara konsep, IGRS merupakan sistem klasifikasi game yang dikembangkan pemerintah Indonesia sejak 2016 untuk melindungi masyarakat dari konten yang tidak sesuai usia.
Sistem ini menjadi bagian dari regulasi yang mewajibkan setiap game yang beredar di Indonesia memiliki klasifikasi usia resmi.
Namun, implementasinya di platform global seperti Steam tidak berjalan secara sederhana.
Perbedaan sistem, metode klasifikasi, hingga mekanisme distribusi digital membuat integrasi IGRS membutuhkan penyesuaian teknis yang kompleks.
Perbedaan tersebut memunculkan kesalahan teknis yang berujung pada inkonsistensi dan keakuratan rating.
Jika berlangsung lama, sistem ini dapat berdampak pada masyarakat Indonesia terhadap kelayakan suatu gim, dengan kualitas yang dicerminkan saat ini.
Baca juga: Game PUBG: Blindspot Resmi Tutup, Tactical Shooter 5v5 Ini Gagal Bertahan
Bagi komunitas gamer, persoalan ini tidak hanya soal label usia, tetapi juga menyangkut kredibilitas platform dan potensi pembatasan akses gim bagi mereka di masa depan.
Fokus utama pemerintah adalah memastikan sistem klasifikasi berjalan akurat dan dapat dipercaya.
Perubahan yang dilakukan Steam, termasuk indikasi kembalinya penggunaan rating PEGI, mencerminkan proses adaptasi terhadap regulasi lokal yang masih berlangsung.
Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa integrasi sistem rating global dan nasional masih menghadapi tantangan.
Ke depan, hasil pembahasan antara Steam dan pemerintah Indonesia akan menjadi penentu arah implementasi IGRS.
Apakah sistem ini akan diterapkan penuh, disesuaikan, atau berjalan berdampingan dengan standar internasional seperti PEGI, masih menjadi pertanyaan terbuka.
Bagi pengguna, situasi ini menegaskan pentingnya sistem rating yang konsisten dan dapat dipercaya.
Tanpa hal tersebut, klasifikasi usia berisiko tidak lagi berfungsi sebagai panduan, melainkan sumber kebingungan.
(MG Fadhlullah Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260406-IGRS-Komdigi-dalam-Steam.jpg)