5 Puisi Tahun Baru: Luka yang Tak Selesai, Hati yang Memilih Bertahan
Lewat rangkaian 5 puisi reflektif ini, mekaman suara-suara sunyi tentang bertahan, berdamai dengan kecewa, dan keberanian melangkah lagi.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Kadang, hidup hanya meminta kita bertahan
Menjadi manusia yang tetap bernapas
Meski dunia tak selalu ramah.
5. Penutup Bukan Perpisahan
Aku tak mengucap selamat tinggal pada tahun
Sebab ia tinggal dalam ingatan
Luka, tawa, dan doa yang tersisa
Akan ikut melangkah ke hari baru
Jika esok datang dengan beban serupa
Aku akan menyambutnya dengan lebih tabah
Sebab aku telah belajar:
Hidup bukan tentang sampai,
Melainkan berani melangkah lagi.
(MG Zahrah Suci Al Aliyah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Puisi-Diriku.jpg)