5 Puisi Tema Tahun Baru dengan Nada Reflektif dan Menyentuh
Tak semua awal datang dengan sorak sorai, sebagian hadir diam-diam, menunggu untuk dimaknai.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Reflektif dan dekat dengan keseharian, puisi-puisi ini berbicara tentang lelah, ragu, dan harapan yang sederhana.
- Bahasa ringkas namun puitik, cocok dibaca pelan di tengah riuh perayaan tahun baru.
- Menawarkan sudut pandang berbeda, bahwa awal tidak selalu spektakuler, tetapi tetap layak diperjuangkan.
TRIBUNJOGJA.COM – Masa dari tahun 2025 tinggal sebentar lagi.
Pergantian tahun kerap dirayakan dengan kembang api dan hitung mundur, tetapi di balik riuh itu tersimpan ruang sunyi tempat manusia menata ulang harapan.
Tahun baru bukan sekadar angka yang berubah, melainkan momentum refleksi tentang apa yang telah dilewati dan apa yang ingin dijaga.
Lima puisi berikut hadir sebagai catatan kecil tentang waktu, kegagalan, dan keberanian untuk memulai kembali dengan cara yang lebih jujur.
Jam Pergantian
Detik jatuh dari angka ke angka,
kita menyebutnya awal
meski hati belum sepenuhnya tiba.
Tahun berganti tanpa permisi,
meninggalkan jejak lelah
di langkah yang masih ragu.
Namun di antara sunyi itu,
ada tekad kecil tumbuh
untuk mencoba sekali lagi.
Baca Juga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kembang-api-2024.jpg)