5 Puisi Tema Tahun Baru dengan Nada Reflektif dan Menyentuh
Tak semua awal datang dengan sorak sorai, sebagian hadir diam-diam, menunggu untuk dimaknai.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
hanya napas panjang
dan doa sederhana.
Di awal yang tampak biasa itu,
kita belajar lagi
menjadi lebih sabar.
Catatan untuk Tahun Depan
Jika kau datang tanpa janji,
aku tak akan menuntut
terlalu banyak.
Biarkan langkah tersandung,
biarkan luka mengering
dengan waktunya.
Asal masih ada ruang
untuk berharap pelan-pelan,
aku akan bertahan.
Baca juga: 5 Puisi untuk Adik: Tentang Kasih, Doa, dan Rindu Seorang Kakak
Pada akhirnya, tahun baru bukan tentang menjadi sempurna, melainkan berani melangkah lagi meski dengan langkah yang tertatih.
Puisi-puisi di atas mengajak pembaca untuk merayakan awal secara manusiawi dengan menerima yang lalu, menjalani yang kini, dan berharap secukupnya pada hari-hari yang akan datang.
(MG Yustama Alfido Reanoka)
hanya napas panjang
dan doa sederhana.
Di awal yang tampak biasa itu,
kita belajar lagi
menjadi lebih sabar.
Catatan untuk Tahun Depan
Jika kau datang tanpa janji,
aku tak akan menuntut
terlalu banyak.
Biarkan langkah tersandung,
biarkan luka mengering
dengan waktunya.
Asal masih ada ruang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kembang-api-2024.jpg)