Mengenal Metode EDFAT: Bantu Kamu Jadi Fotografer yang Lebih Profesional
Metode ini berfungsi sebagai panduan sederhana untuk menyempurnakan visi fotografi dengan menerapkan lima elemen dasar dalam proses pemotretan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Metode EDFAT terdiri dari Entire, Details, Frame, Angle, Time. Kelima hal tersebut berfungsi sebagai panduan sederhana untuk menyempurnakan skill fotografi.
- Melalui EDFAT, fotografer akan diajak untuk mengorganisasi sudut pandang visual ke dalam tiga kategori utama yaitu establishing shot, medium shot, dan close-up.
- Dengan menerapkan kelima elemen tersebut secara konsisten, hasil foto tidak hanya menjadi lebih matang, tetapi juga memiliki narasi visual yang lebih kuat dan bermakna.
TRIBUNJOGJA.COM - Dalam dunia fotografi, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menghasilkan foto yang kuat secara visual.
Seorang fotografer juga perlu memiliki cara pandang yang terstruktur agar mampu bercerita lewat gambar.
Salah satu metode yang sering digunakan untuk melatih kepekaan visual tersebut adalah EDFAT.
Metode ini membantu fotografer mengamati subjek secara menyeluruh sebelum menekan tombol rana.
EDFAT merupakan singkatan dari Entire, Details, Frame, Angles, dan Time.
Metode ini berfungsi sebagai panduan sederhana untuk menyempurnakan visi fotografi dengan menerapkan lima elemen dasar dalam proses pemotretan.
Melalui EDFAT, fotografer diajak mengorganisasi sudut pandang visual ke dalam tiga kategori utama, yaitu establishing shot, medium shot, dan close-up, sehingga cerita visual dapat tersampaikan dengan lebih jelas dan runtut.
1. Entire: Menangkap Keseluruhan Adegan
Elemen pertama dalam metode EDFAT adalah Entire, yaitu tahap memotret keseluruhan adegan secara utuh.
Pada tahap ini, fotografer berfokus menangkap gambaran besar dari sebuah peristiwa atau objek, sehingga penonton dapat memahami situasi secara menyeluruh sejak pandangan pertama.
Fotografer menampilkan subjek utama bersamaan dengan lingkungan di sekitarnya.
Unsur latar, jarak, dan ruang memiliki peran penting karena membantu membangun konteks visual.
Kehadiran lingkungan tidak hanya memperjelas lokasi, tetapi juga memperkuat suasana dan cerita yang ingin disampaikan melalui foto.
Foto entire berfungsi sebagai pembuka dalam rangkaian visual.
Pemotretan dapat dilakukan dari jarak cukup jauh dengan orientasi horizontal maupun vertikal, menyesuaikan komposisi ruang yang ingin ditampilkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ISTILAH-FOTOGRAFI-BERAWALAN-Q.jpg)