Mengenal Metode EDFAT: Bantu Kamu Jadi Fotografer yang Lebih Profesional
Metode ini berfungsi sebagai panduan sederhana untuk menyempurnakan visi fotografi dengan menerapkan lima elemen dasar dalam proses pemotretan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Lensa dengan focal length panjang akan mengompres ruang dan membuat latar terlihat lebih dekat dengan subjek, sementara lensa sudut lebar menciptakan kesan ruang yang lebih luas dan terpisah.
Dalam proses ini, prinsip komposisi tetap harus dijaga, termasuk menghindari penempatan subjek tepat di tengah bingkai agar foto terlihat lebih dinamis dan seimbang.
4. Angle: Mengeksplorasi Sudut Pandang Berbeda
Elemen Angle dalam metode EDFAT berfokus pada eksplorasi sudut pengambilan gambar.
Pada tahap ini, fotografer didorong untuk tidak terpaku pada sudut pandang sejajar mata yang sering dianggap paling aman dan umum digunakan dalam pemotretan.
Beragam sudut dapat dicoba untuk menghadirkan kesan visual yang berbeda terhadap subjek yang sama.
Sudut tinggi mampu memberi kesan kecil atau tertekan, sementara sudut rendah dapat membuat subjek tampak lebih kuat dan dominan.
Sudut samping, belakang, atas, atau bawah juga membuka kemungkinan visual yang unik serta menghadirkan sudut pandang yang tidak biasa bagi penonton.
Dengan bereksperimen menggunakan berbagai sudut pengambilan gambar, fotografer memiliki peluang lebih besar untuk menemukan perspektif yang paling kuat dan menarik.
Pendekatan ini membantu menghasilkan foto yang lebih dinamis, kreatif, dan mampu menyampaikan karakter subjek secara lebih maksimal.
5. Time: Memanfaatkan Cahaya dan Momen
Elemen terakhir dalam metode EDFAT adalah Time, yang berkaitan erat dengan waktu pemotretan dan kondisi pencahayaan.
Pada tahap ini, fotografer perlu memahami bahwa perbedaan waktu akan sangat memengaruhi karakter visual dan suasana foto yang dihasilkan.
Pemotretan pada pagi atau sore hari dapat menghadirkan cahaya lembut dengan bayangan yang panjang, sementara kondisi mendung menciptakan pencahayaan merata dengan kontras yang lebih halus.
Momen matahari terbit juga mampu menghadirkan nuansa dramatis dan emosional yang khas.
Setiap waktu memiliki karakter cahaya tersendiri yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat cerita visual.
Selain suasana, waktu juga berpengaruh pada pengaturan kamera, terutama kecepatan rana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ISTILAH-FOTOGRAFI-BERAWALAN-Q.jpg)