Ramadan 2026

Tarawih 20 Rakaat di Masjid, Tapi Hanya Ikut 8 Rakaat? Begini Hukumnya

Amaah yang hanya melaksanakan Tarawih 8 rakaat boleh memisahkan diri dari jamaah yang melanjutkan hingga 20 rakaat.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
TARAWIH: Jemaah Masjid Gedhe Kauman, Kota Yogyakarta melaksanakan ibadah salat tarawih perdana di bulan suci Ramadan 2026, Selasa (17/2/26). 

TRIBUNJOGJA.COM - Masjid dan mushala di berbagai daerah mulai dipenuhi jamaah yang melaksanakan shalat Tarawih setiap malam selama bulan Ramadhan.

Di Indonesia, sebagian umat Islam terbiasa melaksanakan Tarawih 20 rakaat ditambah Witir tiga rakaat secara berjamaah di masjid.

Namun tidak semua orang mampu menyelesaikan seluruh rangkaian 23 rakaat tersebut.

Ada yang memiliki keterbatasan fisik, aktivitas yang padat, atau mengikuti pandangan tertentu mengenai jumlah rakaat Tarawih.

Karena itu, sebagian jamaah memilih shalat Tarawih 8 rakaat di masjid lalu melanjutkan Witir 3 rakaat di rumah. Lantas, apakah hal tersebut diperbolehkan dalam Islam?

Suasana salat tarawih perdana di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Minggu (10/3/2024) malam.
Suasana salat tarawih perdana di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Minggu (10/3/2024) malam. (TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN)

Bolehkah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

Dikutip dari Kompas.com, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Dr. Arsad Hidayat, Lc, MA, menjelaskan bahwa hal tersebut diperbolehkan.

Menurutnya, jamaah yang hanya melaksanakan Tarawih 8 rakaat boleh memisahkan diri dari jamaah yang melanjutkan hingga 20 rakaat.

Ia mengatakan, jamaah dapat melakukan mufaraqah (berpisah dari imam) setelah menyelesaikan 8 rakaat Tarawih, kemudian melaksanakan shalat Witir di rumah.

Hal ini diperbolehkan karena shalat Tarawih termasuk shalat sunnah, sehingga jumlah rakaatnya dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Keutamaan Mengikuti Imam Hingga Selesai

Meski diperbolehkan memisahkan diri setelah 8 rakaat, mengikuti imam hingga selesai tetap memiliki keutamaan tersendiri.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa sholat bersama imam sampai selesai, dicatat baginya pahala seperti sholat semalam penuh.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa mengikuti imam sampai selesai, termasuk hingga Witir, memiliki pahala yang sangat besar. Selain itu, kebersamaan dalam jamaah juga menjadi salah satu nilai penting dalam ibadah di bulan Ramadhan.

Baca juga: Ide Menu Sahur Praktis: Sup Telur Kuah Hangat, Sehat dan Mengenyangkan

Shalat Tarawih Juga Boleh Dilakukan di Rumah

Selain di masjid, shalat Tarawih juga boleh dilaksanakan di rumah, baik secara sendiri maupun berjamaah bersama keluarga.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved