Mahasiswa UMBY Belajar dan Berbagi, Terapi Olahraga Inklusif untuk Komunitas Difabel.

Aktivitas jasmani tidak hanya diposisikan sebagai latihan fisik, tetapi juga sebagai sarana membangun kepercayaan diri peserta.

Dokumentasi untuk Tribun Jogja/Istimewa
WORKSHOP - Mahasiswa Ilmu Keolahragaan FKIP Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mempraktikkan gerak dasar terapi massage cedera olahraga kepada anggota Komunitas Difabel Pinilih dalam Workshop Terapi Olahraga Inklusif di Sedayu, Bantul, Kamis (16/1/2026). Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan adaptif dan partisipatif agar gerakan dapat dilakukan secara aman sesuai kemampuan peserta. 

Seluruh rangkaian workshop dilaksanakan secara partisipatif dengan pendampingan langsung oleh mahasiswa Ilmu Keolahragaan FKIP UMBY.

Dosen pengampu mata kuliah, Yulius Agung Saputro, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi profesional mahasiswa.

“Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari mata kuliah yang menekankan pada kemampuan mahasiswa dalam merancang dan menerapkan aktivitas jasmani serta terapi bermain okupasi bagi anak dan masyarakat difabel. Mahasiswa belajar memahami kebutuhan peserta sekaligus membangun empati dan profesionalisme,” ujarnya.

Koordinator kegiatan, Riana BR Saragih, menyampaikan bahwa persiapan dilakukan secara matang sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan sosial.

Senada dengan itu, Bayu Ardianto, mahasiswa pengisi kegiatan, mengaku memperoleh pengalaman berharga terkait fleksibilitas dalam terapi olahraga.

“Kami belajar bagaimana menyesuaikan olahraga dengan kondisi peserta. Terapi olahraga haruslah bersifat inklusif dan dapat diakses oleh siapa saja,” tuturnya.

Workshop berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mengikuti setiap sesi, berdiskusi, serta mempraktikkan gerakan yang dipandu mahasiswa

Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Keolahragaan FKIP UMBY berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat difabel, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved