Mahasiswa UMBY Belajar dan Berbagi, Terapi Olahraga Inklusif untuk Komunitas Difabel.

Aktivitas jasmani tidak hanya diposisikan sebagai latihan fisik, tetapi juga sebagai sarana membangun kepercayaan diri peserta.

Tayang:
Dokumentasi untuk Tribun Jogja/Istimewa
WORKSHOP - Mahasiswa Ilmu Keolahragaan FKIP Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mempraktikkan gerak dasar terapi massage cedera olahraga kepada anggota Komunitas Difabel Pinilih dalam Workshop Terapi Olahraga Inklusif di Sedayu, Bantul, Kamis (16/1/2026). Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan adaptif dan partisipatif agar gerakan dapat dilakukan secara aman sesuai kemampuan peserta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gerakan sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan peserta menjadi pengalaman baru bagi anggota Komunitas Difabel Pinilih, Sedayu, Bantul, saat mahasiswa Ilmu Keolahragaan FKIP Universitas Mercu Buana Yogyakarta menggelar Workshop Terapi Olahraga Inklusif, Kamis (15/1/2026) lalu.

Kegiatan bertajuk “Gerak Sehat Tanpa Batas” tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan angkatan 2022 sebagai implementasi mata kuliah Aktivitas Jasmani dan Terapi Bermain Okupasi untuk Anak Difabel pada semester 7.

Workshop berlangsung di lingkungan komunitas dan diikuti 30 peserta yang terdiri atas anggota Komunitas Difabel Pinilih, para pendamping, serta masyarakat sekitar.

Sejak awal kegiatan, mahasiswa merancang materi dengan pendekatan adaptif dan partisipatif.

Peserta diajak memahami konsep dasar terapi olahraga inklusif yang menekankan prinsip aman, menyesuaikan kondisi fisik, serta membuka ruang partisipasi aktif.

Aktivitas jasmani tidak hanya diposisikan sebagai latihan fisik, tetapi juga sebagai sarana membangun kepercayaan diri peserta.

Selain penyampaian materi, mahasiswa memandu praktik aktivitas jasmani adaptif yang bertujuan meningkatkan koordinasi gerak.

Setiap gerakan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta, dengan pendampingan langsung agar latihan dapat dilakukan secara aman dan nyaman.

Salah satu sesi yang paling diminati peserta adalah praktik gerak dasar terapi massage untuk cedera olahraga.

Dalam sesi ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai penanganan cedera ringan secara mandiri.

Pelatihan tersebut sekaligus memperkuat keterampilan pijat tradisional yang telah dimiliki sebagian anggota komunitas.

“Saya merasa senang dan terbantu dengan adanya Workshop Terapi Olahraga Inklusif ini, praktek massage (pijat) untuk cedera yang diberikan mudah dipahami dan gerakannya disesuaikan dengan kemampuan kami, sehingga sangat sesuai, aman dan bermanfaat untuk diikuti,” ujar Noor Asridah, salah satu peserta penyandang disabilitas daksa.

Apresiasi juga disampaikan pengurus Komunitas Difabel Pinilih, Tri Maria.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi komunitas, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai aktivitas gerak yang aman bagi penyandang difabel.

“Kami berharap kerja sama dan kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan dan kebugaran penyandang difabel,” ujarnya.

Baca juga: Dua Dosen Psikologi UMBY Terima Insentif Jurnal Internasional Bereputasi 2025

Metode Partisipatif

Seluruh rangkaian workshop dilaksanakan secara partisipatif dengan pendampingan langsung oleh mahasiswa Ilmu Keolahragaan FKIP UMBY.

Dosen pengampu mata kuliah, Yulius Agung Saputro, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi profesional mahasiswa.

“Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari mata kuliah yang menekankan pada kemampuan mahasiswa dalam merancang dan menerapkan aktivitas jasmani serta terapi bermain okupasi bagi anak dan masyarakat difabel. Mahasiswa belajar memahami kebutuhan peserta sekaligus membangun empati dan profesionalisme,” ujarnya.

Koordinator kegiatan, Riana BR Saragih, menyampaikan bahwa persiapan dilakukan secara matang sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan sosial.

Senada dengan itu, Bayu Ardianto, mahasiswa pengisi kegiatan, mengaku memperoleh pengalaman berharga terkait fleksibilitas dalam terapi olahraga.

“Kami belajar bagaimana menyesuaikan olahraga dengan kondisi peserta. Terapi olahraga haruslah bersifat inklusif dan dapat diakses oleh siapa saja,” tuturnya.

Workshop berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mengikuti setiap sesi, berdiskusi, serta mempraktikkan gerakan yang dipandu mahasiswa

Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Keolahragaan FKIP UMBY berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat difabel, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved