Gerakan Ayah Mengambil Rapor

Gerakan Ayah Mengambil Rapor di Bantul: Momen Berbeda dalam Pendidikan

Momen pembagian rapor di Bantul banyak ayah hadir mengambil rapor anak di sekolah berkat Gerakan Ayah Mengambil Rapor

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
GEMAR : Momen Totok Kunto Wibisono (55), warga Kalurahan Palbapang, Kapanewon Kabupaten Bantul, saat sedang mengambil rapor anaknya di SMP Muhammadiyah Bantul, Jumat (19/12/2025). 

“(Ini ambil rapor) sama ibu saya,” katanya.

Ariyanti (39), ibu Diva, menjelaskan bahwa suaminya sedang bekerja sehingga ia yang mengambil rapor.

“Tadinya mau bapak yang ngambil. Ndilalah (kebetulan) bapaknya kerja masuk pagi. Jadi, bapaknya enggak bisa ambil rapor,” ucapnya.

Harapan Sekolah terhadap Gerakan Gemar

Kepala SMP Muhammadiyah Bantul, Eni Sri Lestari, berharap Gemar memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak.

“Jadi hubungan emosional dan psikologis antara anak-anak dan orang tua, utamanya bapak itu, Insyaallah semakin bagus,” ujarnya.

Gerakan Ayah Mengambil Rapor bukan hanya sekadar simbol kehadiran ayah di sekolah. 

Program ini mencerminkan perubahan paradigma dalam pendidikan keluarga. Selama ini, ibu dianggap lebih dominan dalam urusan sekolah anak.

Dengan adanya Gemar, ayah didorong untuk ikut serta, sehingga anak merasakan dukungan penuh dari kedua orang tua.

Di Bantul, fenomena ini menjadi perbincangan hangat. Banyak ayah yang merasa bangga bisa hadir, meski sebagian masih terkendala pekerjaan. 

Namun, kehadiran mereka memberikan pesan kuat bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama.

Selain itu, Gemar juga memperkuat komunikasi antara guru dan ayah. 

Guru dapat langsung menyampaikan perkembangan anak kepada kedua orang tua, bukan hanya ibu. Hal ini diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan dan motivasi anak. (Nei)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved