Gerakan Ayah Mengambil Rapor

Gerakan Ayah Mengambil Rapor di Bantul: Momen Berbeda dalam Pendidikan

Momen pembagian rapor di Bantul banyak ayah hadir mengambil rapor anak di sekolah berkat Gerakan Ayah Mengambil Rapor

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
GEMAR : Momen Totok Kunto Wibisono (55), warga Kalurahan Palbapang, Kapanewon Kabupaten Bantul, saat sedang mengambil rapor anaknya di SMP Muhammadiyah Bantul, Jumat (19/12/2025). 

Totok Kunto Wibisono (55), warga Kalurahan Palbapang, menjadi salah satu ayah yang mengambil rapor anaknya. 

Ia mengaku hadir setelah mendapat informasi terkait anjuran pengambilan rapor Gemar.

“Saya kan sejak beberapa bulan lalu sudah pensiun dari kerjaan. Kalau ibu (istri Totok) sedang kerja, jadi saya yang ngambil rapor,” kata Totok, usai mengambil rapor anaknya di SMP Muhammadiyah Bantul, Jumat (19/12/2025).

Totok menjelaskan bahwa saat masih aktif bekerja, hanya sang istri yang mengambil rapor anaknya. 

Sebelum pensiun, ia sering bekerja dari pagi hingga malam sehingga tidak sempat hadir.

Menurutnya, Gemar menjadi momen penting bagi ayah untuk terlibat aktif memberikan dorongan dan motivasi belajar anak.

“Kita jadi tahu, anak bakatnya di mana saja. Setelah tahu ya sudah, support saja. Kalau kita bersikukuh kamu harus gini, gini, gini, ya namanya kita memaksa. Kasihan kalau seperti itu. Apalagi anak saya cewek,” jelas Totok.

Totok mengaku senang bisa mengetahui perkembangan anaknya, Adelia (14), kelas 9, walau hasil rapor masih ada yang harus ditingkatkan.

Tumbuhkan Peran Ayah Dalam Dunia Pendidikan, Pemkab Bantul Galakkan Gemar

Testimoni Ayah Lain di Bantul

Sariman (56), warga Kalurahan Palbapang, juga menilai Gemar sebagai motivasi bagi anak agar giat belajar. 

Ia senang bisa mengetahui perkembangan anaknya di sekolah.

“Saya belum liat hasilnya. Tapi kata wali kelas tadi, ya cukup lah. Hasilnya cukup memuaskan. Dan kebetulan setiap SMP, hampir saya yang sering ambil rapor anak saya. Kalau momen SD, ya ibunya,” ujarnya.

Sementara itu, Abdan Syakuro (14), siswa kelas 9, mengaku senang ayahnya hadir mengambil rapor.

“Ya seneng liat orang tua datang ambil rapor. Cita-cita saya ingin jadi bos muda,” tuturnya.

Tidak Semua Ayah Bisa Hadir

Meski begitu, tidak semua ayah bisa hadir. Diva (14), siswa kelas 9, mengaku rapornya diambil oleh ibunya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved