Menarik! 5 Negara Ini Punya Hari Libur Terbanyak di Dunia

Nepal menempati posisi pertama sebagai negara dengan jumlah hari libur nasional terbanyak, yakni 39 hari sepanjang tahun.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
ist
DAFTAR Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Lengkap Kalender 2025 

Selain Thingyan, Hari Kemerdekaan Myanmar yang diperingati setiap 4 Januari juga menjadi hari libur nasional penting.

Upacara pengibaran bendera dan pertunjukan budaya biasanya digelar untuk memperingati bebasnya Myanmar dari penjajahan Inggris.

3. Iran 

Iran memiliki 26 hari libur nasional, banyak di antaranya berkaitan dengan budaya Persia dan agama Islam.

Salah satu yang paling ikonik adalah Nowruz, Tahun Baru Persia yang bertepatan dengan awal musim semi.

Selain itu, Iran memperingati Hari Quds sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina, serta Hari Berkabung Imam Khomeini, yang menjadi bagian dari sejarah nasional dan keagamaan negara tersebut.

Libur di Iran sebagian besar dipengaruhi oleh tradisi keagamaan dan sejarah Persia.

Sehingga, masyarakat memiliki banyak kesempatan untuk mengikuti ritual keagamaan dan kegiatan budaya sepanjang tahun.

4. Sri Lanka 

Sri Lanka menawarkan 25 hari libur nasional yang sebagian besar berkaitan dengan ajaran agama Buddha dan sejarah kemerdekaannya.

Salah satu hari libur penting adalah Vesak Poya atau Waisak, perayaan kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha.

Selain itu, Hari Kemerdekaan pada 4 Februari menjadi momen penting bagi Sri Lanka untuk merayakan bebasnya negara dari penjajahan Inggris.

Ada pula Hari Thai Pongal Tamil, festival panen yang menandai berakhirnya musim panen dan berlangsung dengan tradisi lokal yang khas.

5. Mesir

Mesir termasuk negara dengan hari libur nasional terbanyak di dunia, yakni 22 hari.

Mayoritas penduduk Mesir beragama Islam, sehingga libur seperti Idul Fitri dan Idul Adha menjadi bagian penting dari kalender nasional.

Selain itu, Mesir juga mengakui beberapa hari libur yang bersifat sejarah dan keagamaan.

Misalnya, Hari Revolusi 1952 yang memperingati perubahan politik besar di negara tersebut, serta Natal Koptik untuk menghormati komunitas Kristen Ortodoks minoritas.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved