Akankah Meja Perundingan Mengakhiri Perang Iran-AS yang Membara?
Sebagai tindaklanjut dari kesepakatan gencatan senjata itu, kedua belah pihak dijadwalkan akan melaksanakan pembicaraan di Islamabad hari ini.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ia memperingatkan, Iran akan menghadapi apa yang disebutnya sebagai upaya apa pun untuk menggunakan negosiasi sebagai kedok penipuan atau untuk mengajukan tawaran yang "tidak berguna", menekankan Iran telah membuktikan selama perang terakhir kesiapannya untuk membela hak-haknya dengan mengandalkan kemampuan nasionalnya.
Iran menegaskan dimulainya pembicaraan bergantung pada penerimaan prasyarat yang telah ditetapkan oleh pihak AS.
Sementara Mohammad Reza Aref, Wakil Presiden Pertama, menekankan dukungan negaranya kepada tim negosiasi dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya oleh rezim dan rakyat dengan kompeten.
Sementara itu Presiden Donald Trump mengatakan sebuah tim termasuk Wakil Presidennya JD Vance dan penasihatnya Jared Kushner akan terlibat dalam negosiasi di Islamabad.
Trump menjelaskan Iran telah kalah secara militer dan sekarang hanya memiliki kemampuan terbatas di bidang pembuatan rudal, menekankan syarat pertama dalam negosiasi mendatang adalah tidak mengizinkan pengayaan nuklir apa pun di dalam Iran.
JD Vance meninggalkan Washington pada hari Jumat dengan pesawat Air Force Two dan memimpin delegasi AS, yang termasuk utusan khusus Presiden Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner.
Pakistan Sambut Delegasi Iran dan AS
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengumumkan kedatangan delegasi Iran untuk berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut, dan menyatakan harapan semua pihak akan mendekati upaya tersebut dengan semangat konstruktif.
Diplomat utama Pakistan, Ishaq Dar, bersama dengan kepala angkatan darat Jenderal Asim Munir, Ketua Majelis Nasional Ayaz Sadiq dan Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi menerima delegasi Iran, dikutip dari Anadolu Agency.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kedua belah pihak telah menerima undangan untuk berdialog di Islamabad, tetapi memperingatkan diskusi tersebut akan sangat sulit.
Ia menjelaskan tantangan terbesar adalah transisi dari gencatan senjata sementara ke gencatan senjata permanen dengan membahas isu-isu di meja perundingan.
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Akankah-Meja-Perundingan-Mengakhiri-Perang-Iran-AS-yang-Membara.jpg)