Akankah Meja Perundingan Mengakhiri Perang Iran-AS yang Membara?
Sebagai tindaklanjut dari kesepakatan gencatan senjata itu, kedua belah pihak dijadwalkan akan melaksanakan pembicaraan di Islamabad hari ini.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Delegasi tingkat tinggi Iran dan Amerika Serikat telah tiba di Islamabad untuk memulai pembicaraan tindak lanjut gencatan senjata pada Sabtu (11/4/2026).
- Delegasi Iran menegaskan negosiasi hanya dimulai jika AS membebaskan aset Iran yang dibekukan dan menetapkan gencatan senjata di Lebanon sebagai bukti keseriusan.
- Presiden Donald Trump mengklaim Iran telah kalah secara militer dan menegaskan syarat utama perjanjian adalah pelarangan total pengayaan nuklir di wilayah Iran.
TRIBUNJOGJA.COM, ISLAMABAD - Perang Iran vs Amerika Serikat memasuki babak baru setelah kedua belah pihak sepakat melaksanakan gencatan senjata pada Rabu (8/4/2026) lalu.
Sebagai tindaklanjut dari kesepakatan gencatan senjata itu, kedua belah pihak dijadwalkan akan melaksanakan pembicaraan di Islamabad, Pakistan pada Sabtu (11/4/2026) hari ini.
Pembicaraan ini digelar setelah dimediasi oleh Pakistan.
Adapun perwakilan dari masing-masing delegasi baik Iran maupun AS sudah tiba di Pakistan.
Delegasi Iran sudah tiba di Islamabad pada Jumat (10/4/2026) kemarin.
Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, dan termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Mohammad Baqer Zolghadr, Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati, bersama dengan anggota Parlemen dan komite politik, keamanan, militer, ekonomi, dan hukum
Total ada 70 orang yang menjadi anggota delegasi Iran, rinciannya 26 anggota dari komite teknis dan khusus di bidang ekonomi, keamanan, dan politik, di samping para negosiator utama, dan 23 perwakilan media dari berbagai lembaga.
Sisanya dari delegasi terdiri dari tim protokol, koordinasi, dan keamanan, dikutip dari Tasnim.
Iran sendiri menegaskan pihaknya baru akan mulai melakukan negosiasi jika AS memenuhi dua syarat yang diajukannya yakni penetapan gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran yang dibekukan.
Jika dua syarat itu belum dipenuhi, Iran tidak akan memulai negosiasi dengan AS.
"Dua dari langkah-langkah yang disepakati oleh para pihak belum dilaksanakan; yaitu penetapan gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran yang dibekukan sebelum dimulainya negosiasi. Kedua hal ini harus dicapai sebelum pembicaraan dimulai," kata Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf,Jumat (10/4/2026) dikutip dari Tribunnews.com.
Baca juga: Iran : Tak Ada Dialog Damai Sebelum Israel Berhenti Bom Lebanon
Menurut Qalibaf, Iran memiliki pengalaman buruk terkait negosiasi dengan Amerika Serikat.
Sebab, di dua negosisasi sebelumnya, AS dan Israel malah melakukan serangan ke negaranya.
Qalibaf menekankan Iran memasuki negosiasi ini dengan itikad baik tetapi kurang percaya pada pihak Amerika, menegaskan Iran siap mencapai kesepakatan jika Washington serius dan bersedia memberikan hak-hak rakyat Iran.
| Iran : Tak Ada Dialog Damai Sebelum Israel Berhenti Bom Lebanon |
|
|---|
| Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Bubar di Tengah Jalan, Ini Pemicunya |
|
|---|
| Iran Klaim Menang Perang, Mojtaba Khamenei: Kami Tidak Cari Perang, Tapi Siap Sampai Mati |
|
|---|
| Alasan Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Setelah Dibuka Beberapa Jam |
|
|---|
| Sinyal Menuju Perdamaian, AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Akankah-Meja-Perundingan-Mengakhiri-Perang-Iran-AS-yang-Membara.jpg)