Israel vs Iran: Kekuatan Militer Siapa yang Lebih Unggul?

Iran dan Israel sama-sama memiliki kekuatan militer yang tangguh, menurut Encyclopaedia Britannica.

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/AI Generated: Gemini
Iran vs Israel 

Sebelumnya, kepala keamanan Iran, Ali Larijani, mengatakan di X bahwa negaranya tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Larijani menanggapi laporan bahwa para pejabat di Teheran berencana untuk menghidupkan kembali pembicaraan dengan Washington.

Larijani adalah sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan pernah menjadi penasihat mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebelumnya, Iran telah memperingatkan akan pembalasan besar setelah serangan oleh AS dan Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Pada hari Sabtu, Teheran membalas dengan serangan yang dilaporkan terjadi di seluruh Timur Tengah, dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa mereka akan menyerang Israel dan pangkalan militer AS dalam operasi serangan dahsyat.

Sebagai tanggapan, Trump telah memperingatkan Teheran untuk tidak membalas, dengan mengatakan: 

"Jika mereka melakukannya, kami akan menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya".

Hari ketiga, pertempuran melebar ke Libanon 

Perang Amerika Serikat-Israel vs Iran telah memasuki hari ketiga dan konfliknya meluasnya ke negara-negara Teluk.

Pertempuran menyebar ke Lebanon semalam ketika Israel dan Hizbullah saling baku tembak. 

Ledakan dilaporkan terjadi di Beirut selatan, sementara Israel memerintahkan penduduk di 50 kota dan desa di Lebanon untuk mengungsi menjelang serangan.

Fakta-fakta terbaru

Donald Trump mengatakan pertempur terhadap Iran akan terus berlanjut sampai semua tujuannya tercapai, dalam sebuah pidato video.

Dia mengatakan kemungkinan akan ada lebih banyak korban jiwa dari pihak AS setelah Komando Pusat AS mengkonfirmasi bahwa tiga anggota militer AS telah tewas dan lima lainnya luka parah dalam serangan Iran.

Pada dini hari Senin, Israel mulai melancarkan serangan terhadap target yang menurut mereka adalah sasaran Hizbullah di Lebanon, setelah kelompok militan tersebut menembakkan roket ke arah Israel.

Para pejabat Iran melaporkan sedikitnya 153 orang tewas setelah serangan terhadap sebuah sekolah perempuan, dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut insiden itu sebagai tindakan barbar.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved