Warga Desa Karangasem Bikin Alat Tenun Bukan Mesin Portabel

Suyatmi (42), warga Dusun Namengan, Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, membuat inovasi baru berupa alat tenun

Tayang:
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
Suyatmi (42), warga Desa Karangasem memperlihatkan penggunaan alat tenun bukan mesin (ATBM) portabel kreasinya dalam gelaran Sambung Rasa di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat (17/10/2025). 

 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Suyatmi (42), warga Dusun Namengan, Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, membuat inovasi baru berupa alat tenun bukan mesin (ATBM) portabel. 

Inovasi alat pembuatan kain tenun itu dipamerkan dalam gelaran Sambung Rasa di Desa Karangasem dan mendapatkan apresiasi dari Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, pada Jumat (17/10/2025). 

Pantauan Tribun Jogja, alat tersebut hampir mirip dengan ATBM asli. Hanya ukurannya lebih kecil sehingga mudah dibawa kemana saja. 

Penggunaan ATBM portabel juga cukup mudah karena bisa dioperasikan menggunakan tangan saja. 

Berbeda dengan ATMB ukuran asli yang memerlukan kecakapan tangan dan kaki penggunanya. 

Kendati demikian, ukuran kain lurik atau tenun yang dihasilkan menggunakan alat portabel tersebut cenderung lebih kecil dibanding ATBM asli. Jika ATBM asli bisa menghasilkan kain tenun selebar 2 meter. 

Maka ATBM portabel tersebut bisa menghasilkan kain dengan lebar di bawah 70 sentimeter (cm). 

"Karena itu saya memakai ATBM portabel untuk membuat syal. Karena selama ini saya lihat syal-syal yang digunakan, kebanyakan bukan buatan Klaten," ungkap Suyatmi kepada Tribun Jogja, Jumat (17/10/2025). 

Alat tenun bukan mesin portabel itu ia kembangkan bersama suaminya sejak 2024. Ide pembuatan ATBM portabel itu berasal dari mengadopsi bentuk asli alat tenun besar menjadi lebih kecil. 

Dia pun telah membuat ATBM portabel dengan tiga ukuran, yakni 30 cm yang bisa menghasilkan syal tenun dengan lebar 12 cm dan panjang 1,5 meter. 

Baca juga: Jogja Desaign Week 2025 Dibuka, Momentum Yogyakarta Jadi Leader Kerajinan Kulit Nasional

Kemudian, ATBM ukuran 60 cm yang bisa menghasilkan syal tenun dengan lebar 50 cm dan 3 meter. Selain itu juga ada ATBM portabel ukuran 80 cm yang bisa memghasilkan syal tenun lebar 70 cm dan panjang 3 meter. 

"Kalau ATBM portabel yang ukurannya kecil bisa dibawa ke mana-mana atau pas pameran. Jadi langsung bisa memperlihatkan bagaimana proses produknya dibuat. Kalau yang ukuran 80 cm itu lebih susah bawanya," ucapnya. 

Alat buatannya itu menggunakan bahan dasar kayu jati dengan bentuk lebih ringkas. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved