Makan Bergizi Gratis

Mengintip Program Makan Sekolah Gratis di Negara-negara Ini, Apa Tantangannya?

Sejumlah negara lain seperti Malaysia, Kenya, Brasil, dan Prancis juga menggelar program serupa dengan tantangan masing-masing.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah
MAKAN BERGIZI GRATIS : siswa TK dan SD di Kecamatan Rancaekek tengah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu 

Kebijakan ini tak hanya memastikan bahan segar dan lokal tersaji di menu sekolah, tapi juga membuka pasar stabil bagi petani kecil serta komunitas perempuan. 

Brasil juga membatasi pangan ultra-proses maksimal 10 persen dalam menu. Tantangan terbesar tetap distribusi ke daerah terpencil serta pengawasan kualitas di tengah inflasi pangan yang meningkat.

Baca juga: Kilas Balik Program MBG: Target Jutaan Siswa, Anggaran Raksasa, dan Deretan Kasus Keracunan

4. Prancis: Sistem Campuran, Akses Tak Merata

Prancis menerapkan sistem campuran: sekitar 50 kota menyediakan makan siang gratis, sementara wilayah lain menggunakan tarif progresif sesuai pendapatan keluarga. 

Situasi ini membuat akses anak terhadap makanan sehat sangat bergantung pada domisili.
Menurut Euro News (3/9/2023), inflasi pangan membuat beberapa kota kesulitan menjaga subsidi. 

Pemerintah pusat lebih banyak menyerahkan tanggung jawab ke daerah, sehingga anak dari keluarga miskin tetap berisiko kekurangan gizi meski tinggal di negara maju.

Selain empat negara tersebut, beberapa negara Eropa lain juga menjalankan pola berbeda. Finlandia, Swedia, dan Estonia menyediakan makan siang gratis menyeluruh. 

Jerman dan Spanyol menargetkan kelompok miskin, sementara Denmark dan Belanda tidak memiliki program makan gratis sekolah.

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved