Keras! Prof Anhar Minta Pemerintah Cabut Kewarganegaraan Dwi Sasetyaningtyas
Sejarawan kelahiran Pinrang tersebut bahkan secara tegas meminta pemerintah bertindak tegas dengan mencabut kewarganegaraan Dwi
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Alumni awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Dwi Sasetyaningtyas, menuai polemik usai memamerkan paspor Inggris anaknya dan menyebut cukup dirinya saja yang menjadi WNI.
- Sejarawan Anhar Gonggong mengkritik keras konten tersebut. Ia menilai pernyataan Dwi terkesan menghina Indonesia, padahal pendidikannya dibiayai negara.
- Anhar meminta pemerintah bertindak tegas, bahkan mencabut kewarganegaraan Dwi, serta menekankan pentingnya loyalitas dan tanggung jawab bagi penerima beasiswa negara.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Polemik soal konten alumni penerima beasiswa (awardee) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas yang memamerkan kewarganegaraan Inggris anaknya mendapatkan kritik dari sejumlah profesor.
Kritikan salah satunya datang dari sejarawan Prof Dr Anhar Gonggong MA.
Sejarawan kelahiran Pinrang tersebut bahkan secara tegas meminta pemerintah bertindak tegas dengan mencabut kewarganegaraan Dwi.
Seperti diketahui, Dwi Sasetyaningtyas menjadi sorotan luas setelah membuat konten di media sosial yang memamerkan status kewarganegaraan Inggris, anak keduanya.
Sambil mememerkan paspor Inggris anaknya, Dwi bahkan menyebut cukup dia saja yang warga negara Indonesia (WNI), anak-anaknya jangan.
Prof Dr Anhar mengaku tersinggung dengan konten yang dibuat oleh Dwi.
Apa yang disampaikan oleh alumni LPDP tersebut merupakan sebuah penghinaan seolah Indonesia tidak memiliki apa-apa.
"Tapi yang betul-betul saya tersinggung sebagai warga negara, semacam penghinaan seakan-akan negara ini tidak punya apa-apa dibanding dengan Inggris. Karena negara ini, negara yang tidak memberikan masa depan, biar saya sendiri saja yang warga negara."
Baca juga: Dua Hukuman untuk Mantan Kapolresta Sleman dalam Kasus Hogi Minaya
"Padahal, dia mendapatkan posisi dengan itu dengan biaya dari Republik Indonesia. Jadi terbalik pikirannya gitu sebagai dia orang pintar tapi yang bodoh. Orang pintar yang bodoh," katanya seperti dikutip dari YouTubenya yang tayang pada Rabu (25/2/2026) dikutip dari Tribun Jakarta.
Menurutnya, sebagai warga negara Indonesia, Dwi tidak menujukan rasa tanggung jawabnya.
Padahal, dia bisa memperoleh kesempatan tinggal di Inggris tidak lepas dari peran pemerintah Indonesia.
Bahkan Prof DR Anhar secara tegas meminta kepada pemerintah untuk mencabut kewarganegaraanya.
"Dia tidak sadar bahwa memperoleh kesempatan tinggal di Inggris sekarang itu karena Republik Indonesia yang memberikan biaya pada dia. Artinya apa? saya meminta pemerintah pecat aja dia sebagai warga negara. Orang seperti ini kita tidak butuhkan."
"Orang yang sok pintar, yang bahkan pintarnya tapi bodoh sebagai warga negara Republik Indonesia lebih baik dipecat aja lah. Memalukan malah. Betul, dalam arti kata mempermalukan kepada negara bangsa Indonesia seakan bangsa Indonesia ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan Inggris," jelasnya.
| LPDP Gandeng PP Muhammadiyah Danai 26 Riset dari 13 Kampus di Indonesia |
|
|---|
| Ini Strategi Kunci Tingkatkan Peluang Dapat Beasiswa Menurut Direktur LPDP |
|
|---|
| Cerita Elita Dapat Beasiswa LPDP di 6 Kampus Top Dunia |
|
|---|
| Penyesalan Satria Setelah Kewarganegaraannya Hilang, Kini Minta Maaf dan Ingin Kembali jadi WNI |
|
|---|
| INFO LPDP 2025: Pendaftaran Ditutup Senin 17 Februari, Cek Lima Perubahan Kebijakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Keras-Prof-Anhar-Minta-Pemerintah-Cabut-Kewarganegaraan-Dwi-Sasetyaningtyas.jpg)