LPDP Gandeng PP Muhammadiyah Danai 26 Riset dari 13 Kampus di Indonesia

Total dana yang dihasilkan Rp20 miliar dengan kontribusi berimbang dari LPDP sebesar Rp10 miliar dan Muhammadiyah sebesar Rp 10 miliar.

Tayang:
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
DANA RISET: Sebanyak 13 Perguruan Tinggi di Indonesia menerima pendanaan melalui skema pooling fund dari LPDP dan PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (19/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • LPDP berkolaborasi dengan PP Muhammadiyah mendanai 26 proposal riset dari 13 kampus di Indonesia.
  • Total dana Rp20 miliar dengan kontribusi berimbang dari LPDP Rp10 miliar dan Muhammadiyah Rp 10 miliar.
  • Dari 187 proposal riset yang masuk, hanya 26 proposal saja yang diterima. 
  • Fokus riset yang didanai mencakup lima tema strategis, yakni ketahanan pangan dan pertanian, transisi energi, material, dan manufaktur, kesehatan, rekayasa dan teknologi digital, serta sosial, ekonomi, dan humaniora.

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) berkolaborasi dengan PP Muhammadiyah mendanai 26 proposal riset dari 13 kampus di Indonesia.

Melalui skema pooling fund ini, total dana yang dihasilkan sebesar Rp20 miliar dengan kontribusi berimbang dari LPDP sebesar Rp10 miliar dan Muhammadiyah sebesar Rp 10 miliar.

Danai 26 proposal riset

Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto mengungkapkan ada 187 proposal riset yang masuk, namun dengan seleksi ketat hanya 26 proposal saja yang diterima. 

Meskipun diinisiasi bersama Muhammadiyah, program ini bersifat inklusif. Selain perguruan tinggi Muhammadiyah, ada universitas lain seperti Universitas Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman, dan lain-lain yang menerima pendanaan ini.

“Riset yang didanai harapannya berdampak, artinya hilirisasi. Kebetulan memang didesain untuk mengembangkan ekosistem industri di Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM),” katanya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (19/2/2026).

Riset 5 tema strategis

Adapun fokus riset yang didanai mencakup lima tema strategis, yakni ketahanan pangan dan pertanian, transisi energi, material, dan manufaktur, kesehatan, rekayasa dan teknologi digital, serta sosial, ekonomi, dan humaniora.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy mengungkapkan kolaborasi ini menjadi langkah awal agar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) kembali ke fitrahnya menjadi perguruan tinggi riset.

Hasil riset sangat dibutuhkan

“Indonesia sangat butuh, baik itu tenaga, SDM, maupun hasil-hasil riset terutama yang menghilir, itu sangat mendesak. Dan saya sangat mendukung inisiatif dari LPDP untuk bekerja sama dengan PTMA. Harapannya juga nanti bisa menggandeng lembaga-lembaga swasta yang mengelola perguruan tinggi agar bisa lebih kompetitif,” ungkapnya.

Muhadjir juga menekankan soal kualitas riset yang dihasilkan. Menurut dia, perlu ada asesmen terkait dampak riset yang dilakukan.

Ia menyebut riset PTMA harusnya sudah pada level advance, misalnya terkait energi terbarukan, ketahanan pangan, dan lain-lain.

“Saya berharap tidak semakin turun kualitasnya, terutama multiplier effect untuk hilirisasi itu harus nyata. Bahkan nanti perlu ada asesmen. Saya sarankan setelah LPDP mengeluarkan uang tidak kemudian wassalam, tapi seberapa jauh itu mengalirnya, down streamingnya karya-karya riset itu di lapangan,” imbuhnya. (maw) 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved