Hari Pers Nasional 9 Februari, Ini Sejarahnya
Hari Pers Nasional ditetapkan oleh Presiden Suharto pada 1985 melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Kelahiran PWI dilatarbelakangi oleh semangat perjuangan wartawan Indonesia untuk ikut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang baru saja diproklamasikan.
PWI berdiri ketika bangsa Indonesia berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajahan Belanda.
Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dari pers nasional, sebagai institusi yang merdeka dan bertanggung jawab sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila.
PWI menjadi tonggak penting dalam lahirnya Hari Pers Nasional.
Pasalnya, kehadiran PWI membantu memperkuat posisi wartawan Indonesia dan menjadikannya pendukung serta kekuatan pers nasional.
Seiring berjalannya waktu, PWI terus bertransformasi, tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga rumah belajar untuk meningkatkan profesionelisme dan kompetensi wartawan.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.
| Perjanjian Dagang Indonesia-AS Ancam Ekosistem Pers, Masa Depan Jurnalisme di Ujung Tanduk |
|
|---|
| Buku 'Ambang Sandyakala Jurnalisme' Karya Jurnalis Jogja Suguhkan Kondisi Pers Terkini |
|
|---|
| Refleksi HPN 2026, PWI DIY Ziarah ke Makam Udin dan Perintis Pers |
|
|---|
| Tindaklanjuti Arahan Sri Sultan, PWI DIY Gelar FGD Pembangunan Grha Pers Pancasila |
|
|---|
| Tebar Kepedulian di Hari Pers Nasional, PLN Salurkan Bantuan Bagi IKWI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/45-Kata-kata-Bijak-Peringati-Hari-Pers-Nasional-2023-Jadilah-Penerang-dalam-Gelap.jpg)