Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar Bisa Ditutup

Upaya perbaikan untuk meningkatan layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/Rahel
MBG : Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang usai meninjau pelaksanaan MBG di SMK 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menggodok petunjuk teknis sanksi bagi dapur MBG yang tidak memenuhi standar, dengan sanksi terberat berupa penutupan setelah tiga kali peringatan.
  • Juknis tersebut akan segera diterbitkan dan menjadi pedoman pengelola dapur MBG untuk mencegah kejadian luar biasa dan menekan risiko hingga nol insiden.
  • Pelaksanaan MBG diklaim makin membaik berkat pengetatan aturan, termasuk kewajiban sertifikat laik higiene sanitasi dan penggunaan air bersih bebas bakteri.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Upaya perbaikan untuk meningkatan layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Salah satu upaya yang tengah disiapkan oleh BGN adalah aturan sanksi bagi dapur MBG yang tidak memenuhi standar.

Saat ini petunjuk teknis tersebut tengah digodok oleh BGN sebelum nantinya akan diterbitkan.

Dalam juknis yang tengah digodok tersebut, salah satu sanksi terberat yang bisa diterima oleh dapur MBG adalah penutupan.

Dikutip dari Kompas.com, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengatakan pihaknya saat ini tengah menggodok juknis.

Jika sudah selesai, juknis tersebut akan segera diterbitkan.

 "Sekarang kita juga akan keluar dalam waktu dekat juknis yang keras mengenai dapur-dapur nanti yang tidak sesuai standar, kita akan berikan peringatan satu, dua, dan ketika peringatan ketiga kita akan tutup," kata Nanik usai meninjau program MBG di SMK 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026) dikutip dari Kompas.com.

Setelah diterbitkan, juknis ini menurut Nantik akan menjadi pedoman bagi para pengelola dapur program MBG.

"Nah, itu antara lain sikap keras kita nanti sebentar lagi akan diluncurkan juknisnya. Gitu. Mungkin dua tiga hari ini," tegasnya. 

Melalui langkah ini, diharapkan nantinya tidak ada lagi kasus kejadian luar biasa terkait MBG.

"Untuk mencapai zero (accident). Kalau menggaransi itu Allah yang garansi ya, tapi kita akan berusaha bekerja keras untuk meminimalisir," ungkap Nanik.

Nanik juga mengeklaim, pelaksanaan program MBG juga terus membaik.

Perbaikan ini akibat dari pengaturan yang dilakukan dari BGN di antaranya karena mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) hingga menggunakan air bersih.

"Alhamdulillah dari bulan September, Agustus-September yang luar biasa Anda melihat, kan makin ke sini makin berkurang. Tadi sudah saya sebutkan, antara lain karena kita ketat," kata Nanik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved