Segini Alokasi Anggaran Program MBG di Tahun 2026

Pemerintah pada 2026 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 335 triliun atau sekitar 10 persen dari APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 3.153,6 triliun.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers usai retreat di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026). 

Lebih lanjut ia menjelaskan, alasan membuat program MBG sangat sederhana, yakni fakta bahwa rata-rata 1 dari 5 anak Indonesia masih kekurangan gizi.

Fenomena itu adalah bentuk malanutrisi dan stunting. Pertumbuhan anak-anak tersebut tidak normal, sehingga badannya pun sangat lemah.

Ia lantas mengingat kata-kata Presiden ke-1 Soekarno yang menyatakan bahwa perut lapar tidak bisa menunggu.

"Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, satu ucapan Bung Karno 'The hungry stomach cannot wait', perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan," kata Prabowo. 

Baca juga: Dua Insiden Tendangan Kungfu Warnai Liga 4 Jatim dan DIY

Mengenal Program MBG

Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program pemerintah Indonesia yang menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis bagi kelompok tertentu, terutama untuk meningkatkan kesehatan, gizi, dan kualitas sumber daya manusia.

Tujuan Program

  • Mencegah stunting dan gizi buruk
  • Meningkatkan konsentrasi belajar dan prestasi siswa
  • Menjaga kesehatan ibu dan anak
  • Mengurangi beban ekonomi keluarga

Sasaran Utama

  • Siswa PAUD, SD, SMP, SMA/SMK
  • Santri pesantren
  • Ibu hamil dan ibu menyusui
  • Balita

Isi Makanan

Menu MBG disusun sesuai standar gizi, biasanya mencakup:

  • Karbohidrat (nasi/umbi)
  • Protein (telur, ikan, ayam, tahu/tempe)
  • Sayur dan buah
  • Susu (di beberapa daerah)

Dampak yang Diharapkan

  • Anak lebih sehat dan aktif
  • Angka stunting menurun
  • Ketahanan pangan lokal meningkat
  • Perputaran ekonomi UMKM dan petani lokal

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved