Puting Beliung Terjang Dua Desa di Bogor, 55 Rumah Rusak
Dua desa di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diterjang angin puting beliung pada Senin (29/12/2025).
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BOGOR – Dua desa di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diterjang angin puting beliung pada Senin (29/12/2025).
Puluhan rumah di dua desa yakni Desa Pondok Udik dan Desa Jampang mengalami kerusakan di bagian atap.
Kuatnya terjangan angin puting beliung ini sampai menerbangkan sayap pesawat dari sebuah bengkel pesawat di wilayah tersebut.
Bangkai sayap pesawat itu terbang hingga akhirnya menimpa lima rumah di Desa Pondok Udik.
Puting beliung adalah fenomena angin kencang yang berputar sangat cepat dengan arah berputar dan bergerak dari awan ke permukaan bumi.
Angin ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat, namun memiliki kekuatan yang cukup besar untuk merusak bangunan, menumbangkan pohon, dan menerbangkan benda-benda ringan.
Puting beliung umumnya terjadi saat cuaca panas dan lembap yang kemudian diikuti oleh pertumbuhan awan hujan jenis cumulonimbus.
Ciri-cirinya antara lain langit tampak gelap, awan menjulang tinggi, angin berputar, serta hujan lebat yang kadang disertai petir.
Meskipun skalanya lebih kecil dan durasinya lebih singkat dibandingkan tornado besar, puting beliung tetap berbahaya dan perlu diwaspadai.
Baca juga: Kepala Daerah Jarang di Wilayah yang Dipimpin, Pakar UGM Soroti Turunnya Efektivitas Pemerintahan
Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, terjangan puting beliung ini merusak 55 rumah milik warga di dua desa.
Di Desa Pondok Udik, sebanyak 43 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori rusak ringan hingga rusak sedang.
Dari jumlah tersebut, lima rumah rusak akibat tertimpa bagian sayap bangkai pesawat yang terbawa angin kencang.
Sementara sisanya berada di Desa Jampang.
“Total ada 55 rumah warga di Kemang yang terdampak angin kencang,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M. Adam Hamdani, Selasa (30/12/2025) dikutip dari Kompas.com.
“Material pesawat yang sudah tidak terpakai berasal dari bengkel pesawat milik pribadi,” imbuh Adam.
Selain rumah warga, angin kencang juga merusak sebuah pabrik tempe.
Bagian atap pabrik tersebut dilaporkan hancur akibat terjangan puting beliung.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
Namun, empat kepala keluarga dengan total 14 jiwa terpaksa mengungsi akibat kondisi rumah yang rusak.
Sebagian rumah yang mengalami kerusakan ringan telah diperbaiki.
Sementara itu, sayap bangkai pesawat yang menimpa rumah warga hingga kini belum dievakuasi.
“Menurut keterangan Kepala Desa akan dievakuasi oleh pemilik bengkel pesawat,” tambah Adam.
Puting beliung juga berdampak pada Desa Jampang. Di desa ini, sebanyak 12 rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap.
“Kerusakan hanya pada bagian atap dan diperkirakan hanya kurang lebih 4 lembar asbes dan 50 buah genteng. Rumah masih bisa ditempati dan beberapa rumah sudah diperbaiki,” pungkasnya.(*)
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.
| Banjir Kota Semarang Memakan Korban Jiwa, Dua Warga Tewas Terseret Arus |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Puting Beliung Terjang Sleman, Atap Rumah di Ngaglik Mlati dan Gamping Beterbangan |
|
|---|
| Tragedi Jumat Petang, Pelajar SMP di Bogor Tewas Dalam Tawuran Berdarah |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Terjang Sleman: Talud Longsor dan Infrastruktur di 6 Kapanewon Rusak |
|
|---|
| Breaking News : Hujan Deras Guyur Kota Yogya Dini Hari Tadi, Talud di Tegalrejo Longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Puting-Beliung-Terjang-Dua-Desa-di-Bogor-55-Rumah-Rusak.jpg)