Nestapa Suami Istri Mau Beli Mobil, tapi Malah Disekap dan Dianiaya

Video berisi rekaman sejumlah pria disekap dan dianiaya viral di media sosial.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Kompas.com/Intan Afrida Rafni
Satu mobil dengan plat dinas polri terparkir di lokasi penyekapan dan penyiksaan di Pondok Aren, Tangsel 

Barang-barang tersebut disita dan dibawa ke kantor polisi bersama lima orang yang diamankan dari lokasi, termasuk satu perempuan.

Sementara tiga pria yang diduga menjadi korban penyekapan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. 

Airlangga menuturkan, rumah di Jalan Eboni 2 Nomor 15 itu diketahui milik seorang warga bernama Nanang yang kini sudah pindah ke luar kota. 

Namun, rumah tersebut kini ditempati oleh anaknya, Adit, bersama beberapa temannya yang disebut sebagai anak buah Adit.

 "Adit punya anak buah namanya Viktor. Sebatas itu saja yang saya tahu," jelas Airlangga. 

 Ia juga menuturkan, polisi sempat menunjukkan kepadanya sebuah video penyiksaan yang diduga diambil dari ponsel salah satu pelaku.

Video itu memperlihatkan tiga pria tanpa baju yang saling mengoles balsem di punggung mereka yang terluka dan terekam yang kemudian viral di media sosial. 

Polisi masih mendalami kasus ini, termasuk menelusuri asal-usul mobil dinas Polri dan seragam yang ditemukan di lokasi. 

Hingga kini, garis polisi belum tampak terpasang di rumah bercat kuning itu, meninggalkan banyak tanya di tengah warga sekitar yang masih penasaran dengan misteri di balik rumah sepi tersebut. 

Ketua RW 06, Boy Irfan (54), mengatakan, mobil polisi yang ditemukan di lokasi penyekapan bukan barang baru di sana. Ia sudah sering melihat kendaraan tersebut terparkir di lokasi bahkan sebelum kasus ini mencuat. 

 "Sudah lama, tapi saya enggak merhatiin dari kapan," ujar Boy kepada Kompas.com, Rabu (15/10/2025).

Selain mobil, empat sepeda motor juga terlihat di area garasi rumah bercat kuning itu. 

Menurut Boy, mobil tersebut masih berada di tempatnya ketika tim Resmob Polda Metro Jaya datang pada Senin (13/10/2025) malam untuk melakukan penggerebekan. 

“Saya datang belakangan, polisi sudah bergerak cepat. Saya hanya mendampingi supaya tidak mengganggu aktivitas polisi karena sambil mengangkut, sambil interogasi juga," kata Boy. 

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

 

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved