Nestapa Suami Istri Mau Beli Mobil, tapi Malah Disekap dan Dianiaya
Video berisi rekaman sejumlah pria disekap dan dianiaya viral di media sosial.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, TANGERANG SELATAN - Video berisi rekaman sejumlah pria disekap dan dianiaya viral di media sosial.
Video aksi kekerasan itu terjadi di sebuah rumah di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Video itu viral setelah diunggah oleh akun Instagram @wargajakarta.
Dalam video itu, tiga pria yang menjadi korban terlihat duduk berbaris memanjang tanpa mengenakan kaus dan saling membelakangi.
Mereka saling mengoles satu sama lain sebuah cairan yang disebut balsem.
Padahal, pada punggung mereka terdapat luka.
Dalam unggahannya, akun @wargajakarta menuliskan caption yang berisi kronologinya.
Kasus penyekapan dan penganiayaan itu bermula saat empat orang yang terdiri dari sepasang suami istri bersama dua rekannya hendak membeli mobil.
Para korban bertemu dengan para pelaku kawasan Pondok Aren.
Saat bertemu dengan pelaku, keempat korban langsung dibawa ke sebuah rumah oleh sekelompok pria.
Di rumah itu para korban akhirnya disekap dan dianiaya para pelaku.
“Di lokasi itu, tiga pria korban mengalami penganiayaan, sementara sang istri berhasil melarikan diri setelah dua hari disekap oleh para pelaku,” tulis akun Instagram tersebut dikutip dari Kompas.com.
Kasus itu akhirnya terbongkar setelah salah satu korban berhasil melarikan diri dan melaporkannya ke kepolisian.
Polisi kemudian melakukan penggrebekan dan mengamankan tiga orang pelaku.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi membenarkan peristiwa itu.
Namun, dia belum menjelaskan lebih rinci terkait kronologi tindak pidana ini.
“Kami izin update terkait dengan adanya peristiwa para pelaku kejahatan yang berpura-pura ingin menjadi pembeli mobil, kemudian mendatangi korban, korban yang berencana menjual mobil, kemudian dilakukan penganiayaan,” kata Ade Ary di Polda Metro Jaya, Rabu (15/10/2025).
Jenderal bintang satu itu menyampaikan bahwa kasus ini ditangani oleh Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Kini, pelaku dari peristiwa tersebut sudah ditangkap pada Selasa (14/10/2025)
“Ada tiga orang yang diamankan, selanjutnya didalami dan dikembangkan,” tegas Ade Ary.
Ade Ary mengimbau agar warga tetap berhati-hati dalam melakukan komunikasi, khususnya kepada orang yang tak dikenal.
“Kami berharap kita masing-masing individu berhati-hati dalam berkomunikasi dan bertransaksi. Harus waspada,” jelas dia.
Kesaksian Ketua RT
Sementara itu Ketua RT 14 RW 06, Airlangga (45) mengaku diminta oleh petugas untuk menjadi saksi penggeledahan.
Airlangga mengaku awalnya didatangi oleh tiga anggota tim Resmob Polda Metro Jaya pada pukul 20.30 WIB.
Petugas meminta dirinya untuk mendampingi proses penggeledahan rumah yang disebut sebagai lokasi penyekapan.
"Jadi, saya nggak menyaksikan proses penangkapan. Saya hanya menyaksikan proses penggeledahan rumah tersebut," kata Airlangga kepada Kompas.com di lokasi, Rabu.
Saat tiba di lokasi, ia mengaku sudah melihat lima orang terduga pelaku ditahan dalam mobil polisi, salah satunya adalah seorang perempuan.
Sementara, dari proses penggeledahan itu, polisi menemukan sejumlah barang yang mencurigakan seperti senjata rakitan hingga seragam polisi.
"Ditemukan beberapa stel seragam polisi, satu pucuk senjata rakitan, air softgun, dan enam butir peluru," jelas dia.
Barang-barang tersebut disita dan dibawa ke kantor polisi bersama lima orang yang diamankan dari lokasi, termasuk satu perempuan.
Sementara tiga pria yang diduga menjadi korban penyekapan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Airlangga menuturkan, rumah di Jalan Eboni 2 Nomor 15 itu diketahui milik seorang warga bernama Nanang yang kini sudah pindah ke luar kota.
Namun, rumah tersebut kini ditempati oleh anaknya, Adit, bersama beberapa temannya yang disebut sebagai anak buah Adit.
"Adit punya anak buah namanya Viktor. Sebatas itu saja yang saya tahu," jelas Airlangga.
Ia juga menuturkan, polisi sempat menunjukkan kepadanya sebuah video penyiksaan yang diduga diambil dari ponsel salah satu pelaku.
Video itu memperlihatkan tiga pria tanpa baju yang saling mengoles balsem di punggung mereka yang terluka dan terekam yang kemudian viral di media sosial.
Polisi masih mendalami kasus ini, termasuk menelusuri asal-usul mobil dinas Polri dan seragam yang ditemukan di lokasi.
Hingga kini, garis polisi belum tampak terpasang di rumah bercat kuning itu, meninggalkan banyak tanya di tengah warga sekitar yang masih penasaran dengan misteri di balik rumah sepi tersebut.
Ketua RW 06, Boy Irfan (54), mengatakan, mobil polisi yang ditemukan di lokasi penyekapan bukan barang baru di sana. Ia sudah sering melihat kendaraan tersebut terparkir di lokasi bahkan sebelum kasus ini mencuat.
"Sudah lama, tapi saya enggak merhatiin dari kapan," ujar Boy kepada Kompas.com, Rabu (15/10/2025).
Selain mobil, empat sepeda motor juga terlihat di area garasi rumah bercat kuning itu.
Menurut Boy, mobil tersebut masih berada di tempatnya ketika tim Resmob Polda Metro Jaya datang pada Senin (13/10/2025) malam untuk melakukan penggerebekan.
“Saya datang belakangan, polisi sudah bergerak cepat. Saya hanya mendampingi supaya tidak mengganggu aktivitas polisi karena sambil mengangkut, sambil interogasi juga," kata Boy.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com
| Terungkap, Motif Balas Dendam Jadi Pemicu Penganiayaan Maut Pelajar di Bantul |
|
|---|
| Polisi Amankan Tiga Pelajar yang Terlibat Tawuran di Jetis Yogyakarta |
|
|---|
| Kasus Temuan Mayat dalam Koper Terbagi Jadi Tiga Bagian |
|
|---|
| Malam Mencekam di Banyumas, Kawanan Perampok Sekap Satu Keluarga, Anak Dibekap hingga Mimisan |
|
|---|
| Sebuah Outlet di Sorogenen Yogyakarta Dibobol Pencuri, Polisi Lakukan Penyelidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Nestapa-Suami-Istri-Mau-Beli-Mobil-tapi-Malah-Disekap-dan-Dianiaya.jpg)