Tribunnews dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting Lewat Program GENTING
Tribunnews.com kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengentasan stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Media online terbesar di Indonesia, Tribunnews.com kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengentasan stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional.
Dukungan tersebut disampaikan dalam Talk Show Solidaritas GENTING bertajuk “Tumbuh Tanpa Batas”, yang digelar di Studio Kompas TV, Menara Kompas, Rabu (15/10/2025).
Dalam talk show tersebut, CEO Tribun Network Dahlan Dahi mengatakan, sejak 2003 Tribunnews.com aktif menyebarkan informasi, edukasi, dan kampanye pencegahan stunting di 34 provinsi.
“Stunting bukan hanya masalah fisik, tapi juga kecerdasan. Kami berperan menghubungkan pihak-pihak yang ingin berkontribusi dengan mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Kemudian pada 2023, Tribunnews.com bersama BKKBN menjalankan program Semesta Mencegah Stunting #CukupDuaTelur, yang menyalurkan bantuan telur bergizi kepada anak-anak di berbagai daerah.
Program itu berhasil menjangkau lebih dari seribu anak asuh di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan pentingnya kolaborasi multi-pihak atau pentahelix, melibatkan pemerintah, swasta, media, akademisi, dan masyarakat, untuk mempercepat penurunan angka stunting.
Dalam kesempatan yang sama, Wihaji juga memaparkan lahirnya Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)yang diluncurkan 5 Desember 2024.
Program ini terinspirasi dari Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA)pada 1995 dan semangat kedermawanan masyarakat Indonesia sebagaimana tercermin dalam World Giving Index.
“GENTING menghubungkan donatur dengan keluarga berisiko stunting seperti ibu hamil, menyusui, dan balita kurang gizi. Bantuan bisa berupa nutrisi, sanitasi, pendampingan kesehatan, hingga edukasi,” jelas Wihaji.
Ia menegaskan, program ini tidak menggunakan dana APBN, melainkan hasil gotong royong masyarakat dan dukungan sektor swasta.
Hingga Oktober 2025, tercatat 271 ribu mitra telah bergabung dan menjangkau 1,48 juta penerima manfaat, dengan total dukungan mencapai Rp291,6 miliar.
“Kalau dari 10 balita ada dua yang stunting, artinya kita bisa kehilangan generasi penerus. Karena itu, semua pihak harus peduli,” tegasnya.
Pemerintah menargetkan angka stunting nasional turun menjadi 14,2 persen pada 2029 sesuai RPJMN.
Capaian GENTING dan dukungan media seperti Tribunnews.com menjadi bukti bahwa kolaborasi luas dapat memperkuat langkah menuju generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.
BKKBN DIY Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Sementara itu di DIY, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penurunan angka stunting.
Upaya yang ditempuh sejauh ini menunjukkan hasil positif dengan menurunnya prevalensi stunting di DIY dari 18 persen di tahun 2023, menjadi 17,4 persen pada 2024.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah, menandaskan, penurunan 0,6 persen itu merupakan capaian bersama dari seluruh stakeholder pentahelix.
Yakni, melibatkan kalangan pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media, hingga peran serta warga masyarakat di empat kabupaten dan satu kota di DIY.
"Kami berharap kolaborasi ini berjalan secara berkesinambungan dalam upaya percepatan penurunan stunting, khususnya di DIY," ujarnya, seusai mengikuti kegiatan Talk Show Solidaritas GENTING 'Tumbuh Tanpa Batas' bersama Tribun News secara daring, Rabu (15/10/25).
BKKBN DIY pun berkomitmen untuk terus menekan angka stunting guna mencapai target nasional di angka 14 persen pada 2029 mendatang.
Menurutnya, berbagai upaya sinergi ditingkatkan, dengan melibatkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang berisi stakeholder lintas sektor.
"Kegiatan-kegiatan yang kita lakukan memang melibatkan langsung kalanhan masyarakat, yang artinya masyarakat sebagai subjek sekaligus objek," terangnya.
Meskipun permasalahan gizi sering dianggap sebagai penyebab tunggal stunting, Iqbal menyoroti temuan terbaru yang menunjukkan pola asuh orang tua menjadi kendala signifikan dalam upaya penurunan stunting di DIY.
"Yang menjadi temuan kita yang terbaru adalah ternyata bukan hanya kemampuan memberikan asupan makanan yang bergizi, tapi bagaimana pola asuh yang diberikan oleh orang tua," ungkapnya.
Fakta menariknya, data terbaru menggambarkan bahwa keluarga dengan tingkat ekonomi yang lebih baik (desil tinggi) justru memiliki angka stunting yang tinggi karena kesalahan dalam pola asuh.
"Bagaimana upaya memberikan makan kepada anak-anaknya itu juga menjadi poin penting bagi pertumbuhan anak secara optimal dan juga mencegah stunting," imbuh Iqbal.
Oleh karena itu, BKKBN DIY menjadikan edukasi publik terkait perubahan pola perilaku dan pola asuh sebagai fokus utama dalam deretan kegiatannya.
Edukasi tersebut, menyasar orang tua dengan anak dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga bayi usia 2 tahun.
"Artinya ini menjadi tugas kami dan tugas kita semua, bagaimana mengubah sebuah perilaku pola asuh tumbuh kembang anak-anak yang ada di usia 1.000 hari pertama kehidupan," pungkasnya. (tribunnews/aka)
| Eko Suwanto Sebut BKK Danais Rp41 Miliar untuk Kota Yogyakarta, Atasi Stunting dan Sampah |
|
|---|
| Akan Ada 1 SPPG Khusus 3B, Dinkes Kulon Progo Minta Dilibatkan untuk MBG Kelompok Rentan |
|
|---|
| Tekan Prevalensi Stunting DIY, Integrasi Program MBG dan Lumbung Mataraman Digodog |
|
|---|
| Sekda DIY Peringatkan Pelaksana Program MBG di Lapangan: Jangan Rusak Upaya Mitigasi Stunting |
|
|---|
| Eko Suwanto Kampanyekan Gerakan Gemar Makan Ikan, Dorong Pemda Fasilitasi Gizi Terbaik untuk Balita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tribunnews-dan-BKKBN-Perkuat-Kolaborasi-Cegah-Stunting-Lewat-Program-GENTING.jpg)