Dua Pekerja yang Terjebak Longsoran di Tambang Freeport Ditemukan Tewas
Dua dari tujuh pekerja yang terjebak longsoran di dalam tambang bawah tanah Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia ditemukan tewas.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Almarhum dimakamkan Minggu (21/9/2025) di Taman Firdaus, Dusun Gumelar Kulon, Desa Kalisabuk, tak jauh dari tanah kelahirannya.
Kakak kandung Irawan, Sigit Wahyudi (47) masih ingat jelas bagaimana pertama kali kabar longsor itu dia dengar.
"Saya lihat di Facebook ada berita longsor."
"Tetapi waktu itu belum tahu kalau adik saya jadi korban," ucapnya.
Kabar duka baru benar-benar sampai ketika pihak keluarga dihubungi bahwa Irawan termasuk dalam pekerja yang meninggal.
"Mendengar adik meninggal, bagaimana lagi, sudah risiko kerja," lanjut Sigit.
Sebelum tragedi, komunikasi terakhir terjadi pada awal September 2025.
Pada Agustus 2025, Irawan pulang cuti enam bulanan.
Sigit mengatakan, pada awal September 2025, Irawan kembali ke Tembagapura untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah digelutinya bertahun-tahun.
Di mata keluarga, Irawan dikenal pendiam, sederhana, namun ringan tangan membantu.
Dia sering ikut menyumbang untuk musala dan masjid, bahkan kerap berkurban diam-diam tanpa banyak bicara.
"Terakhir dia bilang mau kurban lagi, tapi belum sempat terlaksana sudah keburu pergi," tutur Sigit.
Kini, duka tak hanya menyelimuti sang kakak, tetapi juga sang istri, Dwi Saptorini serta dua anak perempuannya yang masih duduk di bangku SD dan SMK.
PT Freeport membantu biaya perjalanan keluarga untuk mendampingi pemulangan jenazah dari Tembagapura hingga Cilacap.
"Saya dan istri adik saya kemudian berangkat ke Papua, dibiayai Freeport," ujarnya.
Sebagai anak kedua dari empat bersaudara, Irawan meninggalkan kesan dalam sebagai sosok tenang yang lebih suka membuktikan kebaikan lewat tindakan, bukan kata-kata.
Pada Minggu (21/9/2025) ini, keluarga, sahabat, dan warga sekitar mengiringinya ke peristirahatan terakhir, dengan doa semoga amal ibadahnya diterima Tuhan.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, dengan suara terbata-bata menyampaikan duka cita kepada keluarga korban insiden luncuran material basah di lokasi tambang bawah tanah area Grasberg Block Cave Tembagapura.
"Kepergian mereka adalah duka yang mendalam bagi keluarga besar PTFI dan kehilangan yang tidak tergantikan. Tidak ada hal yang lebih menyedihkan daripada kehilangan rekan kerja,” kata Tony dalam video yang diterima Antara di Timika.
“Atas nama perusahaan kami menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. PTFI akan terus mendampingi dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga di masa sulit ini," sambungnya.
Tony mengatakan, tim penyelamat bekerja tanpa henti membuka akses menuju lokasi keberadaan para pekerja itu dengan mengerahkan seluruh sumber daya, peralatan dan keahlian yang dimiliki.
Meski terus menghadapi tantangan yang sangat besar dan risiko keselamatan yang sangat membahayakan.(*)
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sebelum Meninggal, Korban Tambang Freeport Punya Firasat Akan Terjadi Longsor, https://www.tribunnews.com/regional/7731819/sebelum-meninggal-korban-tambang-freeport-punya-firasat-akan-terjadi-longsor?page=all.
Editor: Glery Lazuardi
| DPO Geng Pelajar Kasus Kotabaru Jogja Ditangkap, Perannya Membawa Kabur Tiga Pelaku ke Cilacap |
|
|---|
| Polisi Ungkap Rumah Persembunyian Geng Pelajar Jogja Pernah Dipakai Kasus Geng Bantul |
|
|---|
| Rumah di Cilacap Jadi Tempat Sembunyi Pelaku Penganiayaan Pelajar di Kota Jogja dan Bantul |
|
|---|
| Tiga Pelaku Pembacokan Geng Pelajar Diamankan di Tempat Persembunyian di Cilacap |
|
|---|
| Gandeng SMK Muhammadiyah Sampang Cilacap, Astra Motor Yogyakarta Tanamkan Budaya Cari Aman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tambang-Bawah-Tanah-Freeport-Longsor-7-Pekerja-Terjebak-Begini-Kondisinya.jpg)