Ramadan 2026
10 Hari Menuju Lebaran, Ini 10 Kue Kering yang Biasa Ada di Meja Tamu
Nastar | Kastengel | Putri Salju | Kue Semprit | Kue Sagu Keju | Kue Kacang | Lidah Kucing . . .
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Kue Semprit merupakan kue berbentuk bunga yang dicetak menggunakan spuit berbentuk serupa.
Rasa buttery dan tekstur renyah menjadikannya suguhan yang tepat untuk para tamu di waktu Lebaran.
Hiasan cokelat atau selai stroberi di tengahnya menjadi ciri khas yang membedakan kue ini dengan kue kering lainnya.
Baca juga: Resep Cake Batik Cokelat, Kreasi Kue Lebaran Praktis Hanya 4 Bahan
5. Kue Sagu Keju
Kue kering Sagu Keju merupakan kue yang dibuat dari tepung sagu dengan topping keju yang mengikuti.
Bahan dasar tepung sagu membuat kue ini sangat ringan untuk dikonsumsi dan lumer ketika masuk ke dalam mulut.
Ragam bentuk mengikuti fasad dari kue ini, seperti bentuk memanjang atau bunga kecil yang dicetak menggunakan spuit.
Baca juga: 4 Rekomendasi Toko Kue Lokal untuk Kue Lebaran di Jogja
6. Kue Kacang
Kue Kacang adalah salah satu jenis kue kering berbahan dasar kacang tanah yang memiliki rasa gurih-manis dan tekstur renyah.
Aroma kacang yang khas akan menguar ketika toples kue kacang beraneka bentuk dibuka di meja tamu.
Cocok dengan selera semua umur, kue ini menjadi salah satu suguhan yang wajib menemani kegiatan silaturahmi ketika Lebaran berlangsung.
Baca juga: Nama-Nama Kue Lebaran
7. Lidah Kucing
Lidah Kucing merupakan kue kering yang berbentuk panjang dan tipis dengan tekstur renyah yang mengikuti.
Kue ini terinspirasi dari kue kattentongen dari Belanda yang juga berarti “lidah kucing” dalam bahasa Indonesia.
Rasa gurih-manis dari mentega yang dicampurkan dalam adonan menjadikan kue ini termasuk ke dalam daftar suguhan khas Lebaran yang tak boleh dilewatkan.
Baca juga: Resep Lidah Kucing Rasa Green Tea Matcha, Bahan Murah Meriah Wajib Coba, Ide Kue Lebaran 2023
8. Chocolate Chip Cookies
Chocolate Chip Cookies merupakan kue kering yang berasal dari Amerika Serikat dan pertama kali dibuat pada akhir tahun 1930-an oleh koki bernama Ruth Graves Wakefield.
Taburan cokelat dalam adonan kue yang tidak meleleh meski telah dioven pada suhu tinggi menjadi ciri khas dari kue satu ini.
Tekstur lembut di dalam dan sedikit renyah di luar menjadikan kue ini camilan favorit di seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali di Indonesia.
Baca juga: Resep Banana Soft Cookies: Kue Kering Sederhana tapi Enak
9. Florentine Cookies
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tips-kue-nastar-lebaran-lembut.jpg)