Perajin Parcel Magelang Banjir Pesanan Jelang Lebaran, Ada yang Order dari New York
Ia menyebut, tahun ini pesanan parcel Lebaran sudah mulai berdatangan jauh sebelum bulan puasa.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG – Menjelang Lebaran 2026, perajin parcel di Magelang mulai kebanjiran pesanan.
Salah satunya dialami Agnes Chandra Buana (38), pemilik usaha parcel di Jalan Daha, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, yang bahkan juga menerima permintaan parcel dari New York, Amerika Serikat.
Pesanan dari New York
Agnes mengatakan, pesanan dari luar negeri tersebut berasal dari warga Magelang yang melancong ke Negeri Paman Sam. Konsumen itu ingin mengirimkan parcel kepada keluarganya di Magelang.
“Ada yang dari New York, itu repeat order (sudah langganan). Tapi biasanya itu perseorangan, kemungkinan orang Indonesia yang keluarganya di Magelang, jadi kirimnya tetap di Magelang,” ujar Agnes saat ditemui, Senin (9/3/2026).
Ia menyebut, tahun ini pesanan parcel Lebaran sudah mulai berdatangan jauh sebelum bulan puasa.
Bahkan hingga awal Maret, jumlah pesanan yang masuk sudah cukup signifikan dibandingkan tahun lalu.
“Kalau dihitung kasar, sekitar 1.500 parcel sudah masuk atau terjual. Itu belum final, karena masih sekitar dua minggu lagi sampai Lebaran, jadi kemungkinan bisa nambah,” katanya.
Agnes menjelaskan, sebagian parcel dibuat berdasarkan pesanan pelanggan, namun sebagian lainnya disiapkan sebagai stok untuk pembelian langsung di toko atau pesanan mendadak.
“Biasanya ada yang memang order dulu, tapi ada juga yang kami stok. Jadi kalau ada pelanggan datang langsung atau pesanan dadakan, tinggal kirim. Tapi kalau request khusus ya harus menunggu,” ujarnya.
Harga parcel
Untuk harga, tahun ini Agnes menyediakan parcel mulai Rp120 ribu hingga sekitar Rp1,5 juta yang paling mahal.
“Yang paling banyak diminati biasanya di kisaran Rp200 ribu sampai Rp500 ribu,” ucapnya.
Selain parcel dengan kemasan dus, tahun ini Agnes juga mencoba menghadirkan parcel dalam kemasan kontainer atau boks transparan. Inovasi tersebut ternyata cukup diminati pelanggan.
“Kalau pakai kontainer mulai sekitar Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. Tahun ini saya coba pakai kontainer. Kalau pakai dus itu kok kurang ada manisnya gitu loh. Jadi kurang kelihatan barangnya,” jelasnya.
Ia menyebut, hingga saat ini sekitar 250 parcel dalam kemasan kontainer sudah terjual.
Namun, penggunaan kontainer juga memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal penataan barang agar sesuai dengan ukuran wadah dan harga paket yang ditawarkan.
| HUT Kota Magelang, Wali Kota 'Resik-resik Bareng' di Pasar hingga Fasilitas Umum |
|
|---|
| Lemhannas Gembleng Ketua DPRD Se-Indonesia: Siap Hadapi Ancaman Siber hingga Disrupsi Teknologi |
|
|---|
| Pesan Tembakau Sintetis via Instagram, Pemuda 22 Tahun di Magelang Diciduk Polisi |
|
|---|
| Modus Tanya Alamat KKN Ujung-ujungnya 'Njambret', Komplotan Curas Lintas Daerah Dibekuk Polisi |
|
|---|
| Dituntut 6 Bulan Penjara, Tiga Aktivis di Magelang: Preseden Buruk Kebebasan Berpendapat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perajin-Parcel-Magelang-Banjir-Pesanan-Jelang-Lebaran-Ada-yang-Order-dari-New-York.jpg)