7 Hal Perlu Diperhatikan Sebelum Mendaki Gunung agar Tidak Tersesat

Rangkuman 7 persiapan wajib sebelum naik gunung. Persiapan, pengetahuan, dan keselamatan jadi kunci agar pendakian berakhir dengan pulang selamat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
pinterest
Salah satu medan pendakian di Gunung Slamet 

Jika mendaki dengan teknik tektok atau naik turun pada hari yang sama, wajib membawa makanan dan minuman sesuai kebutuhan, selimut darurat, lampu headlamp, obat pribadi, dan pakaian nyaman.

Lebih lengkap, peralatan outdoor seperti tenda, bivak, sleeping bag, kompor, tali, traking pole, dan jas hujan juga wajib dibawa ketikamemiliki rencana camping. 

Selain itu menggunakan lapisan baju mulai dari base layer, mid layer, dan outer agar suhu tubuh tetap terjaga, meningkatkan kenyamanan, dan mengurangi basah keringat  yang menyebabkan  hipotermia. Ketika berada kondisi tak menentu stabilitas suhu tubuh juga diperlukan agar tetap bisa bertahan dalam jangka waktu lebih panjang. 

Baca juga: 4 Tips Mendaki Gunung Wajib Dilakukan untuk Hindari Hipotermia bagi Pemula

7. Pengetahuan Dasar Membaca Arah Mata Angin

Gunung memiliki kondisi medan terbuka yang minim dengan penanda dan sinyal, sehingga memerlukan kemapuan dasar menentukan arah mata angin secara manual. 

Keahlian ini membantu pendaki tetap berada di jalur utama serta menghindari risiko tersesat. Ketika tidak memahami mata angin, keputusan perjalanan justru bisa membawa pendaki jauh dari rute yang seharusya. 

Beberapa alat untuk mebantu menentukan arah mata angin diantaranya peta dan kompas. Setiap pembelian dan pendaftaran tiket untuk mendaki gunung, petugas akan memberikan peta untuk mengarahkan pada jalur dan medaan jalan mencapai puncak. Tak hanya itu, setiap orang perlu membawa kompas.

Jarum kompas selalu menunjukkan ke utara, sehingga pendaki bisa menyesuaikan arah perjalanan sesuai peta jalur. Namun pada kondisi darurat, bisa mengamati arah matahari dimana jika pagi hari  terbit pada arah timur dan sebaliknya terbenam berarti arah barat.

Gunung menjadi salah satu benda alam yang tidak dapat diprediksi keadaannya, untuk itu manusia sulit membayangkan kondisi di lapangan. Dengan demikian, mendaki gunung bukan seperti kegiatan biasa, meskipun saat ini banyak orang melakukannya. 

Mengikuti tren tanpa pemahaman yang cukup justru meningkatkan risiko dan memperbesar kemungkinan terjadinya masalah. Alam tidak menyesuaikan dengan keinginan manusia, sebaliknya manusialah yang harus menyesuaikan dichatri dengan alam. Pendakian akan bermakna ketika melakukan perencanaan  yang matang. 

Mendaki bukan soal mencapai puncak, akan tetapi ketika dapat kembali bertemu dengan orang orang tersayang. (MG Erlysta Nafa Azhary)

Pendaki Asal Magelang Siswa SMAN 5 Hilang di Gunung Slamet

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved