4 Puisi Tentang Gunung, Bisa Menjadi Caption Instagram untuk Postingan Mendaki
Tentunya dibutuhkan caption untuk melengkapi postingan. Berikut 4 puisi yang dapat dijadikan caption.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM – Saat ini mendaki gunung tengah menjadi tren.
Banyak pendaki pemula yang bermunculan. Pendaki pemula ini didominasi oleh generasi Z.
Banyaknya konten video mendaki gunung yang diposting para youtuber semakin menambah rasa penasaran orang yang menontonnya.
Gen Z mempercayai bahwa mendaki gunung adalah sarana healing yang efektif.
Mereka dapat menghilangkan segala masalah dan melampiaskannya ketika di gunung. Bahkan ada kalimat yang cukup terkenal “yang sakit hatinya yang disiksa kakinya”.
Kalimat ini mengartikan bahwa ketika patah hati, mereka akan mendaki gunung dengan ribuan langkah yang tak jarang menyiksa.
Keindahan alam akan mengobati rasa sakit yang dirasakan.
Oleh karena itu, mereka yang mendaki tidak akan lupa mengabadikan momen itu.
Keindahan alam dan perjalan yang bermakna terabadikan lewat jepretan kamera.
Ketika pulang, foto atau video itu akan diunggah ke akun media sosial.
Tentunya dibutuhkan caption untuk melengkapi postingan itu.
Berikut 4 puisi yang dapat dijadikan caption.
"Antara Gunung dan Belenggumu"
Gunung menjulang bagai tak tersentuh,
Langit merangkulnya dengan biru tak terganggu,
Namun hatiku retak, pecah tanpa arah,
Setiap puncak yang kudaki, terasa seperti jurang,
Karena bayangmu masih menyalip di setiap napas.
Aku lihat kabut turun perlahan,
Seperti sisa-sisa cintamu yang membekap,
Indahnya lembah hanyalah cermin kepedihan,
Di balik hijau hutan, terbaring sunyi yang menusuk,
Aku berdiri megah di luar, hancur di dalam.