4 Tips Mendaki Gunung Wajib Dilakukan untuk Hindari Hipotermia bagi Pemula
Cuaca ekstrem rawan hipotermia. Simak 5 tips penting naik gunung agar tetap aman bagi pemula.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:
- Persiapan yang tepat menjadi kunci mencegah hipotermia, terutama di tengah cuaca gunung yang tidak menentu dengan suhu ekstrem, hujan, dan angin kencang.
- 5 tips penting meliputi penggunaan sistem layering, dry bag, trekking pole, pakaian quickdry, dan emergency blanket untuk menjaga tubuh tetap hangat, kering, dan stabil selama pendakian.
- Dengan perlengkapan yang sesuai, pendaki pemula tetap bisa mendaki dengan aman meski di musim hujan, tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan.
TRIBUNJOGJA.COM- Indonesia disebut sebagai negara gunung api yang memiliki 500 gunung api, dimana masing--masing memiliki beragam karakter dan panorama berbeda.
Kini, mendaki gunung menjadi kegiatan favorit anak muda untuk menikmati perjalanan dan keindahan alam. Selain menawarkan pengalaman fisik dan mental yang menantang, pendakian dapat dipilih untuk melepas penat dari rutinitas. Namun, Kegiatan di alam terbuka akan membahayakan ketika tidak dibarengi dengan persiapan yang matang, sebab kondisi alam sering tidak dapat diprediksi.
Ditengah musim yang tidak menentu, perubahan suhu ekstrem, hujan, dan angin kencang dapat memunculkan masalah kesehatan salah satunya hipotermia. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyiapkan beberapa keperluan agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan apalagi bagi para pemula.
Tim Tribunjogja.com merangkum perlu dilakukan dalam 5 tips naik gunung untuk hindari hipotermia.
Baca juga: TIPS Persiapan Fisik untuk Pendaki Pemula, Simak dengan Baik Sebelum Naik Gunung
1. Menggunakan Layering yang Tepat
Layering digunakan agar suhu tubuh tetap stabil meskipun menghadapi perubahan temperatur yang ekstrem. Mulai dari base, mid, dan outer layering digunakan memiliki bahan dan fungsi yang berbeda.
- Base layering dipakai sebagai lapirsan utama yang menempel langsung dengan kulit agar dapat mudah menyerap keringat. Baju yang digunakan alangkah baiknya berbahan polylester agar cepat kering ketika tubuh basah karena keringat berlebih. Saat tubuh basah akibat keringat, memakai base layer yang tepat akan mencegah rasa dingin berlebih, penurunan suhu tubuh hingga hipotermia.
- Mid merupakan lapisan tengah bertugas agar menahan suhu panas dari tubuh. Bagian tengah yang digunakan ialah jaket polar, down jaket, ataupun jaket berbahan flecee. Bahan fleece dipilih karena ringan dan materiannya dapat menangkap panas alami tubuh ditengah serat-serat, sehingga tetap hangat meskipun suhu sekitat menurun.
- Outer layer sebagai lapisan terakhir untuk melindungi dari angin, air hujan, dan salju. Selain itu juga melindungi 2 lapisan sebelumnya agar tidak basah dan memastikan suhu badan stabil.
Dengan menggunakan sistem layering yang tepat, dapat menjaga stabilitas suhu tubuh, meningkatkan menyamanan, dan mengurangi basah akibat berkeringat.
2. Simpan Barang Bawaan pada Dry bag
Dry bag merupakan kantong berbahan thermoplastic polyurethame atau nylon yang digunakan utuk melindungi barang-barang dari kondisi basah dalam pendakian.
Ketika kondisi hujan, kabut tebal, ataupun medan yang lembab, barang barang logistik ataupun baju ganti rawan basah. Kemas semua bawaan kedalam dry bag sebelum dimasukkan ke tas carrier.
Bagi pendaki yang ingin lebih hemat, bisa mengganti dengn trashbag sebagai alternatif darurat. Meskipun tidak sekuat dry bag, plastik ini cukup efektif untuk melapisi bagian dalam carrier.
3. Gunakan Tongkat Pendakian
Curah hujan yang turun, membuat permukaan tanah menjadi lebih basah dan licin, sehingga meningkatkan risiko tergelincir. Selain itu juga dapat mengubah jalur pendakian menjadi berlumpur dan becek, terutama pada medan tanah.
Oleh karena itu, pendaki dapat menggunakan trekking pole, alat bantu berbentuk tongkat untuk menjaga keseimbangan dan mengurangi beban pada kaki.
Tongkat ini juga dapat membantu beban tubuh ketika membawa tas dan melewati jalur berlumpur.
4. Menggunakan Baju dan Celana Quickdry
Pakaian berbahan quickdry meimiliki massa lebih ringan dibanding bahan lainnya, selai itu juga mudah dibawa. Ketika berada di alam, banyak kondisi yang tak bisa dihindari seperti hujan mendadak atau keringat berlebih.
Bahan ini dapat menyerap keringat lebih cepat, sehingga dapat mengurangi risiko hipotermia, dengan mempercepat proses penguapan, sehingga tubuh terjaga kelembaannya dan suhu lebih terjaga.
5. Membawa Emergency Blanket
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/persiapan-mendaki-gunung.jpg)