5 Provinsi Ini! Paling Tinggi Kasus Keracunan MBG Menurut JPPI
Dari 18 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa (KLB) keracunan, terdapat lima provinsi dengan jumlah kasus terbanyak, berikut adalah daftarnya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
4. Bengkulu – 539 Kasus
Meski jumlah penduduk Bengkulu lebih sedikit dibanding provinsi-provinsi di Pulau Jawa, kasus keracunan MBG di daerah ini tergolong tinggi dengan 539 korban.
Kasus di Bengkulu menunjukkan bahwa masalah MBG bukan hanya soal skala, tetapi juga soal sistem pengawasan.
Diduga ada faktor kelalaian dalam penyimpanan makanan serta kurangnya standar prosedur operasional (SOP) di lapangan.
5. Sulawesi Tengah – 446 Kasus
Provinsi terakhir dengan jumlah kasus terbanyak adalah Sulawesi Tengah dengan 446 korban.
Salah satu kasus besar terjadi pada 17 September 2025 di Kabupaten Banggai, ketika 335 siswa keracunan secara massal setelah mengonsumsi makanan MBG.
Kasus di Banggai cukup parah karena ratusan siswa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa ini menegaskan bahwa risiko keracunan tidak hanya terjadi di Jawa, tetapi juga di wilayah luar Jawa.
Baca juga: Beredar Surat Perjanjian SPPG Sleman Minta Keracunan MBG Dirahasiakan, Sekda DIY Angkat Bicara
Keracunan massal akibat MBG yang melanda 18 provinsi, dengan Jawa Barat, DIY, Jawa Tengah, Bengkulu, dan Sulawesi Tengah sebagai daerah paling terdampak, menunjukkan adanya masalah serius dalam tata kelola program ini.
Dari faktor higienitas makanan, suhu penyimpanan, hingga lemahnya pengawasan, semua menjadi indikator perlunya evaluasi menyeluruh.
Program MBG memang bertujuan mulia, namun keselamatan anak harus tetap diutamakan.
Daftar provinsi dengan kasus keracunan terbanyak ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah pusat untuk segera memperbaiki sistem, agar makanan yang dimaksudkan menyehatkan justru tidak lagi berubah menjadi ancaman kesehatan.
(MG/Sabbih Fadhillah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Siswa-SMPN-2-Cawas-MBG.jpg)