Pemkab Bantul Salurkan Bantuan Mesin Pompa Air Konversi BBM ke BBG

DKPP Kabupaten Bantul menyalurkan bantuan mesin pompa air konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk para petani.

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul dan sejumlah instansi terkait menghadiri pelaksaan penyerahan bantuan mesin pompa air konversi BBM ke BBG, di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Kamis (21/11/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul menyalurkan bantuan mesin pompa air konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk para petani.

Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, mengatakan, bantuan itu didapatkan dari kemitraan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dewan Perwakilan Rakyat RI untuk masyarakat petani Kebupaten Bantul.

"Ini adalah bantuan kelima yang diberikan untuk masyarakat petani Kabupaten Bantul. Saat ini ada 250 mesin pompa air konversi BBM ke BBG yang diberikan, sehingga saat ini sudah ada 1.878 pompa air konversi BBM ke BBG untuk para petani," katanya saat penyerahan bantuan mesin pompa air konversi BBM ke BBG di DKPP Bantul, Kamis (21/11/2024).

Dikatakannya, mesin pompa air BBG memiliki keunggulan utama berupa efisiensi biaya operasional produksi pertanian.

Di mana, para petani yang menggunakan mesin pompa air BBG disebut-sebut dapat menghemat biaya operasional sekitar 50-60 persen, dibandingkan menggunakan mesin pompa air BBM.

Selain itu, dengan adanya mesin pompa air BBG dapat mendukung pemanfaatan pengolahan lahan pertanian lebih optimal.

Baca juga: Gubernur DIY Terima Buku Transformasi Digital Menuju Smart Province dari Stevanus Christian Handoko

Di mana, bisa berimbas pada luas panen pertanian, utamanya dalam sektor hortikultura. Akhinya, konversi itu juga bisa mendukung indeks pertanaman.

"Dari sumber air yang memadai, jadi para petani itu bisa mendukung indes pertanaman. Di mana, kalau petani yang biasanya hanya menanam satu kali, sekarang bisa dua kali. Yang dua bisa menjadi tiga kali dari dukungan mesin pompa air konversi BBM ke BBG itu," tuturnya. 

Sementara itu, Pjs Bupati Bantul, Adi Bayu Kristanto, mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi oleh para petani selama ini adalah tingginya biaya operasional, terutama dalam hal penggunaan BBM. 

"Alhamdulillah hari ini kita menyerahkan pompa air BBG yang merupakan inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dalam produksi pertanian," ujarnya. 

Dikatakannya, pompa air BBG adalah hasil dari program konversi BBM ke BBG yang bertujuan untuk mendukung kemandirian energi dan ketahanan pangan nasional. Selain itu, pompa tersebut juga lebih ramah lingkungan, karena mampu menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan pompa BBM.

"Dengan kata lain, selain memberikan manfaat ekonomi, teknologi ini juga memberikan manfaat ekologi yang baik bagi keberlanjutan lingkungan hidup di sekitar kita," ucap Bayu.

Ia berharap, keberadaan mesin pompa air BBG dapat memberikan efisiensi dalam mengolah lahan pertanian, sehingga hasil produksi bisa meningkat dan kesejahteraan para petani semakin terjamin. 

"Saya juga ingin mengajak semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk terus bersingerhi dalam memajukan sektor pertanian di Bantul," tandasnya. (Nei)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved