Lega Sampai Akhir Tahun, Masyarakat dan Pengusaha Sempat Waswas Harga BBM Naik
Kepastian dari pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026 disambut baik oleh masyarakat
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Pemerintah memastikan harga BBM tidak akan dinaikan sampai akhir tahun
- Kebijakan tersebut disambut positif oleh masyarakat karena sebelumnya sudah khawatir harga BBM akan dinaikan imbas konflik di Timur Tengah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Kepastian dari pemerintah untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun 2026 disambut baik oleh masyarakat dan pelaku usaha kecil. Kepastian ini dinilai penting untuk mencegah efek domino kenaikan harga bahan pokok yang kerap membebani daya beli masyarakat.
Seorang warga sekaligus pengusaha warung makan di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman, Dani Eko mengungkapkan rasa senangnya atas kepastian tersebut. Menurutnya, stabilitas harga BBM adalah kunci bagi keberlangsungan usaha mikro seperti warung makan yang dikelolanya.
"Sebagai rakyat, kepastian ini sangat menguntungkan. Jika BBM naik, akan memicu kenaikan berbagai kebutuhan, termasuk harga sembako karena ongkos transportasi otomatis ikut naik," katanya, Selasa (7/4/2026).
Dani mengatakan, bagi pengusaha kecil seperti dirinya, kenaikan BBM dapat berdampak langsung pada biaya produksi dan modal bahan baku. Ia berharap pemerintah benar-benar konsisten menjaga ketersediaan anggaran subsidi tersebut agar harga BBM tetap stabil.
"Jangan sampai ketika bantalan cadangan uang subsidi habis, harga BBM tiba-tiba naik," ujar dia.
Dani juga menyarankan agar program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih baik dievaluasi dan alokasi anggarannya bisa dimanfaatkan untuk memperkuat subsidi energi. Ia menilai, menjaga stabilitas ekonomi jauh lebih mendesak bagi kesejahteraan masyarakat luas.
"Lebih baik evaluasi program MBG, karena sebenarnya alokasi anggarannya bisa digeser untuk yang lain. Karena MBG hanya mendidik siswa pintar dalam hal makan, tapi belum tentu dalam berfikir," katanya.
Sidiq Heri (37), pelaku usaha catering di Banguntapan, Bantul mengaku sempat ketar-ketir soal isu kenaikan BBM per 1 April 2026. "Sempat mau menghitung ulang agar usaha saya tetap dapat margin (keuntungan) ketika BBM naik," ucapnya.
Penghitungan ulang margin dilakukan karena usahanya tergolong belum berkembang pesat dan masih dalam tahap rintisan. Maka dari itu, ia masih kerap mengandalkan BBM subsidi berupa bensin dan gas elpiji tiga kilogram untuk menjalankan usahanya.
"Kalau mengantar catering tentu butuh bensin ya. Karena usaha saya belum besar dan sehari butuh sekitar lima sampai 10 liter bensin untuk mengantar catering ke konsumen, jadi saya sering pakai BBM yang subsidi," ujar Sidiq.
Kini ia merasakan lega dan senang. “Saya dengar kabar BBM tidak naik sampai akhir tahun itu dari televisi. Saya langsung lega. Tapi tetap saja, saya harus jaga-jaga, karena selepas akhir tahun nanti kita belum tahu kondisi harga BBM seperti apa," jelasnya.
Wati (50), salah satu pemilik warung makan di Kapanewon Bantul turut mengucap rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah memikirkan nasib masyarakat. "Biasanya kan kalau buat kebijakan rada gimana gitu. Enggak selaras dengan yang diharapkan masyarakat,” katanya.
“Tapi, kali ini ternyata pemerintah berhasil memberikan kabar baik. Tentu, saya harap kabar baik ini dapat bertahan lama ya," pinta dia.
Ia pun menceritakan bahwa selama ini kerap mengandalkan pengunaan BBM subsidi. Sebab, terkadang ada konsumen yang meminta mengantarkan pesanan makanan dalam jumlah yang banyak.
| Ekonom UGM Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Minyak Dunia Meski BBM Tak Naik |
|
|---|
| Pedagang Jajanan di Jogja Sambat Harga Plastik Meroket, Untung Makin Tipis |
|
|---|
| Harga BBM Subsidi Stabil, Pelaku Usaha di Bantul: Lega, Tapi Tetap Harus Jaga-jaga, Berhitung Ulang |
|
|---|
| Harga BBM Bersubsidi Dipastikan Tidak Akan Naik hingga Akhir Tahun 2026, Begini Tanggapan Ekonom UGM |
|
|---|
| Sensus Ekonomi DIY Dimulai Mei 2026, Fokus Bidik Lonjakan Pelaku E-Commerce |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/antre-BBM-di-SPBU-Sleman-812026.jpg)