Sensus Ekonomi DIY Dimulai Mei 2026, Fokus Bidik Lonjakan Pelaku E-Commerce
Pemda DIY bersama Badan Pusat Statistik bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Sensus Ekonomi 2026 akan diselenggarakan Pemda DIY bersama Badan Pusat Statistik pada Mei hingga Agustus 2026.
- Pelaksanaan sensus nanti akan berbeda dari pendataan sebelumnya, sensus akan menangkap perubahan fundamental struktur ekonomi daerah, khususnya lonjakan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
- Hasilnya, data yang dihimpun akan menjadi landasan pergeseran indikator kebijakan dari makro menuju data mikro yang lebih presisi.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY bersama Badan Pusat Statistik bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026.
Berbeda dari pendataan dekade sebelumnya, sensus yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Agustus ini dirancang untuk menangkap perubahan fundamental struktur ekonomi daerah, khususnya lonjakan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Data yang dihimpun akan menjadi landasan pergeseran indikator kebijakan dari makro menuju data mikro yang lebih presisi.
Dinamika perekonomian di DIY mengalami pergeseran signifikan sejak Sensus Ekonomi terakhir pada 2016.
Instrumen sensus tahun ini disesuaikan dengan perkembangan zaman, dengan penekanan pada ekonomi digital serta ekonomi lingkungan.
Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengungkapkan bahwa transformasi digital pascapandemi telah memberikan warna tersendiri bagi ekosistem niaga di Yogyakarta.
"Di Yogyakarta ini 2025 kemarin ada sekitar 269.000 ya pelaku usaha berupa e-commerce. Jadi transaksinya melalui jual belinya gitu ya melalui online," tutur Endang.
Ia menambahkan terkait perbedaan instrumen sensus kali ini, "Dulu kan belum marak seperti saat ini ya, terutama pasca-Covid-19 itu memberi keberkahan sendiri di Yogyakarta."
Penggalian data mendatang akan kembali menitikberatkan pada sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Sensus ini akan memberikan potret komprehensif perjalanan dan resiliensi ekonomi DIY selama 10 tahun terakhir.
"Hasil 2016 kemarin bahwa 98, hampir 99 persen itu didominasi pelaku usaha UMKM, baru selebihnya Usaha Menengah Besar (UMB)," bebernya.
Pemetaan karakteristik usaha yang rinci dari sensus ini dinilai krusial oleh pemerintah daerah.
Penentu arah kebijakan
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) DIY, Danang Setiadi, memaparkan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 sangat diandalkan sebagai penentu arah kebijakan pendukung perekonomian.
| Harga Plastik Melejit: UMKM di Sleman dan Yogyakarta Tercekik |
|
|---|
| Eko Suwanto Kampanyekan Gerakan Gemar Makan Ikan, Dorong Pemda Fasilitasi Gizi Terbaik untuk Balita |
|
|---|
| Catatan Jogja Police Watch: Kejahatan Jalanan di Jogja Kian Brutal di Awal 2026 |
|
|---|
| Efek Domino Geopolitik Global: Pedagang UMKM di Yogyakarta Tercekik Mahalnya Kemasan Plastik |
|
|---|
| Okupansi Hotel di Jogja selama Long Weekend Paskah Tak Sesuai Harapan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pelaksana-Tugas-Kepala-BPS-DIY-Endang-Tri-Wahyuningsih-di-Kompleks-Kepatihan.jpg)