Pedagang Kelontong Mulai Rasakan Manfaat QRIS
Manfaat QRIS sebagai pembayaran digital saat ini memberikan kemudahan bagi pedagang kelontong.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.OM, YOGYA - Manfaat QRIS sebagai pembayaran digital saat ini memberikan kemudahan bagi pedagang kelontong.
Pedagang kelontong di Kota Yogyakarta, Koko (38) mengatakan awalnya memang ia hanya menerima pembayaran tunai.
Namun seiring perkembangan teknologi pembayaran, ia memutuskan untuk menggunakan QRIS sebagai sarana pembayaran.
“Di era digital saat ini sangat membantu. Karena yang nggak punya cash (tunai) juga akhirnya bisa beli di warung,” katanya, Selasa (19/11/2024).
Ia menyebut memang masih banyak yang melakukan transaksi menggunakan uang tunai. Namun tidak sedikit pula yang menggunakan QRIS untuk melakukan transaksi.
“Ya masih banyak yang cash, tetapi yang QRIS banyak juga. Lebih dari 25 transaksi per hari (menggunakan QRIS). Ini kan memudahkan,” sambungnya.
Pihaknya juga memberikan biaya tambahan pada pembeli yang menggunakan QRIS. Sebab selama menggunakan QRIS, uang yang diterima sesuai dengan nominal transaksi.
Baca juga: Soal Penerapan PPN 12 Persen 2024, Haedar Nashir : Jangan Sampai Lumbung Padi Banyak Dimakan Tikus
Setiap ada transaksi, ia langsung mengecek, dan nominal di rekeningnya sama.
“Yang diterima sesuai dengan harga yang dibayarkan pembeli. Jadi pembeli nggak usah nambah biaya, soalnya tidak ada potongan. Memang ada pembeli yang cerita kalau di tempat lain ada yang dikenakan biaya, tetapi kalau saya tidak (mengenakan biaya tambahan),” ujarnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Ibrahim menerangkan tujuan QRIS untuk memudahkan dalam bertransaksi. Untuk tahap awal pengembangan QRIS memang memerlukan investasi, sehingga ada pengenaan biaya.
Namun BI akan membebaskan biaya merchant discount rate (MDR) QRIS menjadi 0 persen untuk transaksi hingga Rp500.000 mulai 1 Desember 2024.
“Karena sebetulnya adanya QRIS, itu untuk memudahkan semua pihak, pedagang maupun pembeli. Dan sistem pembayaran QRIS ada yang mengembangkan industri yang mengembangkan sistemnya, mereka juga kan memerlukan investasi, tahap awal ada biaya yang dikenakan, itu juga nggak besar,” terangnya.
“Tahun lalu kita nol kan sampi Rp100rb, tetapi kan kami ingin memperluas, terutama pedagang, pembeli juga merasa nyaman. Sehingga ada kesepakatan bersama, untuk membebaskan MDR sampai Rp500ribu untuk UMi (ultra mikro),” imbuhnya. (maw)
| Tingkatkan Transparansi Keuangan, Pemkab Magelang Segera Beralih ke Transaksi Non Tunai |
|
|---|
| Musisi Malioboro Kini Bisa Terima Apresiasi Cashless dengan QRIS GoPay |
|
|---|
| QRIS Jadi Komponen Credit Scoring UMKM, OJK DIY Tekankan Perlindungan Data Pribadi |
|
|---|
| BI DIY Imbau Merchant QRIS Tak Kenakan Tambahan Biaya pada Konsumen |
|
|---|
| Per September 2025, Transaksi QRIS di DIY Tembus Rp41,09 Triliun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pedagang-Toko-Kelontong-Sambut-Gembira-Gerakan-Belanja-di-Warung-Kecil.jpg)