Pemda DIY Jaga Pertumbuhan Ekonomi Positif, Kejar Target 6 Persen

Pemerintah Daerah DIY optimalkan sumber daya daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. 

Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
PERTUMBUHAN EKONOMI - Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti memberikan penjelasan terkait dengan pertumbuhan ekonomi DIY saat ditemui di Stasiun Yogyakarta, Rabu (8/4/2026). 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah DIY optimalkan sumber daya daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menargetkan ekonomi DIY mampu tumbuh hingga 6 persen.

Hingga triwulan IV 2025, ekonomi DIY tumbuh 5,94 persen. Pertumbuhan positif tersebut salah satunya ditopang oleh pembangunan jalan tol, yang merupakan Program Strategis Nasional.

“Kita masih didukung oleh itu (PSN). Tapi mungkin kita juga harus berencana, setelah pembangunan tol dan lain-lain selesai, apa yang bisa men-trigger ini (pertumbuhan ekonomi) tetap stay. Karena Ngarsa Dalem menargetkan ke kami itu bisa 6 persen,” katanya, Rabu (8/4/2026).

Untuk itu, pihaknya mencermati dan melakukan optimalisasi sumber daya yang ada. Baik yang dimiliki Pemda DIY maupun kerja sama dengan pihak swasta.

Di samping itu, Pemda DIY juga akan melakukan optimalisasi pada tiga sektor utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Adapun tiga sektor utama PDRB DIY adalah akomodasi makan minum, industri pengolahan, dan pertanian.

“Kontribusi terbesar (pertumbuhan ekonomi DIY) kan masih di tiga sektor, terkait akomodasi makan minum, industri pengolahan, sama pertanian, yang di 17 sektor PDRB. Ya masih stay di situ (tiga sektor utama PDRB) untuk support itu (pertumbuhan ekonomi),” terangnya.

Made menyebut ekspor DIY sebagai sumber pertumbuhan ekonomi juga masih baik. 

“Pertumbuhan ekonomi itu kan dihitungnya dari belanja pemerintah, belanja masyarakat, ditambah investasi, tambah lagi ekspor dikurangi impor. Jadi tinggal lihat nih parameter mana yang kemudian agak mengganggu. Itu yang harus kita perhatikan ke depan,” imbuhnya. 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved