Telkom Catat Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026, Transformasi TLKM 30 Terus Dipercepat
Capaian pada awal tahun ini menjadi fondasi positif bagi perusahaan untuk mempercepat transformasi bisnis melalui strategi TLKM 30.
Ringkasan Berita:
- Pendapatan Telkom tumbuh 1,5 persen pada kuartal I 2026 menjadi Rp37,2 triliun, dengan EBITDA Rp18 triliun dan arus kas operasional meningkat 3,1 persen menjadi Rp17,3 triliun.
- Segmen B2C dan B2B Infrastructure menjadi pendorong pertumbuhan, dengan pendapatan Telkomsel mencapai Rp27,6 triliun dan pendapatan bisnis infrastruktur tumbuh 6,8 persen berkat ekspansi fiber optic dan bisnis menara telekomunikasi.
TRIBUNJOGJA.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun pada kuartal pertama 2026 atau tumbuh 1,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, Telkom juga membukukan EBITDA sebesar Rp18 triliun dengan margin EBITDA 48,3 persen. Sementara itu, laba bersih tercatat Rp4,3 triliun dengan margin laba bersih 11,7 persen.
Arus kas operasional perusahaan juga mengalami pertumbuhan sebesar 3,1 persen secara tahunan menjadi Rp17,3 triliun, didorong implementasi program efisiensi biaya dan peningkatan disiplin penagihan.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan capaian pada awal tahun ini menjadi fondasi positif bagi perusahaan untuk mempercepat transformasi bisnis melalui strategi TLKM 30.
“Tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya. Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara,” ujar Dian.
Pada segmen bisnis konsumen (B2C), Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan didorong oleh bisnis digital dan peningkatan konsumsi data pelanggan.
Telkomsel juga mencatat kenaikan Average Revenue Per User (ARPU) menjadi Rp45.100 atau meningkat 6,4 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut didukung strategi penyederhanaan produk, disiplin harga, dan peningkatan pengalaman pelanggan.
“Dari sisi pasar, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan,” kata Dian.
Di segmen B2B Infrastructure, Telkom mencatat pendapatan Rp2,4 triliun atau tumbuh 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT).
Anak usaha Telkom di bidang menara telekomunikasi, Mitratel, membukukan pendapatan Rp2,3 triliun. Hingga akhir kuartal pertama 2026, Mitratel menambah jaringan fiber optic sepanjang 1.080 kilometer sehingga total kepemilikannya mencapai 58.279 kilometer.
Sementara itu, bisnis data center terus menunjukkan prospek positif seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital. Telkom menyiapkan langkah konsolidasi aset data center di bawah NeutraDC guna memperkuat fokus pengelolaan dan memperluas peluang pertumbuhan bisnis.
Pada periode yang sama, Telkom mengalokasikan belanja modal sebesar Rp4,9 triliun atau setara 13,2 persen dari pendapatan perusahaan.
Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pengembangan infrastruktur pada segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International.
Selain mempercepat transformasi bisnis, Telkom juga melanjutkan berbagai inisiatif penataan portofolio usaha. Salah satunya adalah proses divestasi AdMedika Group yang ditargetkan selesai pada akhir semester pertama 2026.
| Puluhan Remaja Digembleng Ilmu Bisnis Kuliner Street Food di Jogja, Solusi di Tengah Krisis Global |
|
|---|
| Transformasi Brand Lem Rajawali: Perkuat Ekosistem Industri Kreatif dan Manufaktur Nasional |
|
|---|
| Dari Kepala Daerah hingga Eksekutif BUMN, Alumni UPNVY Perkuat Jejaring Nasional |
|
|---|
| Kolaborasi Lintas Sektor Penting Dalam Memperluas Konektivitas Digital Nasional |
|
|---|
| Telkom Perkuat Kesetaraan Gender, Targetkan 27 Persen Perempuan di Level Manajerial 2030 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260106-laba-telkom.jpg)