Tekan Volatilitas Harga, Platform Perdagangan Aset Digital Libatkan Broker Institusional

Langkah restrukturisasi pasar ini diambil untuk menciptakan ekosistem transaksi yang lebih stabil dan mendekati kondisi penawaran-permintaan yang riil

Tayang:
Tribun Jogja/dok. Istimewa
ILUSTRASI - Tekan Volatilitas Harga, Platform Perdagangan Aset Digital Libatkan Broker Institusional. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guna menekan gejolak harga ekstrem dan memperdalam likuiditas pasar, platform perdagangan aset digital Catcrs mengintegrasikan sejumlah market maker dan broker institusional ke dalam sistem perdagangannya.

Langkah restrukturisasi pasar ini diambil untuk menciptakan ekosistem transaksi yang lebih stabil dan mendekati kondisi penawaran-permintaan yang riil, alih-alih mengandalkan sentimen spekulatif jangka pendek.

Fokus utama dari pelibatan institusi eksternal ini adalah untuk menekan spread (selisih harga jual dan beli) serta meminimalisasi slippage (perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga eksekusi) pada berbagai pasangan perdagangan (trading pair) utama. 

Saat ini, sebagian kerja sama tersebut telah memasuki tahap transaksi secara live.

Chief Operating Officer Catcrs Block Holding, Farid Hakim, pada Jumat (22/5/2026), menjelaskan bahwa kehadiran mitra institusi secara berkelanjutan memasang order beli dan jual pada sejumlah pasangan inti, yang secara teknis memperdalam order book platform.

“Gelombang pertama mitra market maker dan broker institusional telah resmi terhubung ke platform untuk menyediakan dukungan likuiditas yang lebih stabil bagi pasangan-pasangan trading utama. Setelah informasi kerja sama dipublikasikan, spread dan slippage pada beberapa pair trading sudah menunjukkan perbaikan yang cukup jelas,” jelas Farid.

Lebih lanjut, platform juga melakukan optimalisasi pada mekanisme penanganan order berskala besar.

Hal ini merupakan penyesuaian krusial agar entitas institusi maupun pengguna dengan kepemilikan aset besar dapat mengeksekusi transaksi dalam volume signifikan tanpa merusak struktur atau memicu anomali harga di pasar secara keseluruhan.

Baca juga: BGN DIY Ancam Beri Sanksi Suspend Dapur MBG di Sleman yang Belum Kantongi SLHS

Pihak manajemen menekankan bahwa likuiditas pasar tidak dapat dibangun dengan sekadar mengandalkan slogan pemasaran, melainkan membutuhkan keterlibatan modal dari institusi yang memiliki komitmen investasi jangka panjang.

“Bagi Catcrs, menggandeng market maker dan broker eksternal bukan demi terlihat ramai, tetapi agar kondisi pasar lebih mendekati situasi penawaran dan permintaan yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Dalam proses integrasinya, perusahaan mengklaim tetap menerapkan standar mitigasi risiko dan kepatuhan regulasi (compliance) yang ketat. Pemilihan mitra institusional dilakukan secara selektif dengan memastikan setiap entitas memiliki sistem kontrol risiko yang memadai.

Hal tersebut menuntut platform untuk melakukan penyesuaian sistematis dan presisi pada mesin pencocokan (matching engine) serta aturan manajemen risiko internal, sebuah investasi teknologi yang ditujukan untuk menciptakan struktur order book yang solid dan dapat diandalkan.

“Platform lebih memilih bekerja sama dengan jumlah mitra yang lebih sedikit, tetapi benar-benar bisa diandalkan dari sisi compliance dan pengelolaan risiko,” tegas Farid.

Kedalaman pasar yang terbangun dari sistem ini diproyeksikan membuat hasil transaksi menjadi lebih terprediksi, sekaligus melindungi investor ritel dari manipulasi harga pasar.

Meskipun pengguna ritel mungkin tidak menyadari identitas pihak lawan transaksinya, stabilitas harga dinilai akan menjadi indikator utama dari perubahan struktural ini.

“Harga tidak lagi mudah terdorong naik atau turun hanya oleh order kecil. Transaksi besar pun tidak terlalu mengganggu tampilan pasar, sehingga order book terlihat lebih solid. Bagi pengguna yang sudah lama memakai Catcrs, ini mungkin perubahan yang berjalan pelan, tetapi dampaknya nyata,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved