Dinkes DIY Perkuat Integrasi Layanan TB, Dorong Keterlibatan Semua Pihak
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus berupaya keras untuk mencapai target eliminasi tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus berupaya keras untuk mencapai target eliminasi tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) program TBC, berbagai kendala dan solusi telah diidentifikasi.
Kepala bidang P2P Dinkes DIY, Setiyo Harini, SKM, M.Kes, menekankan pentingnya meningkatkan kolaborasi lintas sektor dan lintas program.
Upaya percepatan eliminasi TBC diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, yang menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030 dan Indonesia bebas TBC pada tahun 2050.
"Namun, DIY masih menghadapi berbagai kendala dalam penanggulangan TBC. Capaian penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan yang rendah menunjukkan adanya hambatan dalam pelaksanaan program di fasilitas kesehatan, baik pemerintah maupun swasta," papar dia.
Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia dan pendanaan juga menjadi faktor yang mempengaruhi efektivitas program.
Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) juga masih jauh dari target yang diharapkan.
Sekadar informasi, kegiatan Monev ini bertujuan mengevaluasi capaian program TBC selama tiga tahun terakhir, mengidentifikasi masalah yang ada, serta merumuskan solusi konkret untuk meningkatkan penemuan kasus, memperkuat jejaring layanan kesehatan, dan meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Baca juga: Temuan Kasus Aktif TBC di Gunungkidul Masih Rendah, Baru Capai Sekitar 60 Persen
Salah satu fokus utama adalah memvalidasi data kasus TBC yang belum terlaporkan, baik dari fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta, untuk memastikan upaya eliminasi TBC berjalan sesuai rencana.
Dibahas pula delapan indikator utama yang diatur dalam Perpres 67/2021.
Beberapa strategi yang diusulkan untuk meningkatkan capaian indikator, di antaranya adalah peningkatan investigasi kontak di tempat kerja dan sekolah, peningkatan cakupan skrining pada pasien diabetes, serta penguatan program Pengendalian Penyakit Menular (PPM).
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah cakupan penemuan dan pengobatan TBC yang ditargetkan mencapai 95 persen, sementara capaian saat ini baru 53,8 persen.
Beberapa langkah yang diusulkan meliputi survei batuk di masyarakat oleh kader atau petugas serta optimalisasi pemetaan wilayah untuk skrining pada balita gizi kurang dan anak stunting.
Selain itu, peningkatan penggunaan aplikasi pengukur kepatuhan minum obat diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien TBC.
Keterlibatan komunitas dalam upaya eliminasi TBC juga menjadi sorotan dalam kegiatan ini.
| Pemeriksaan Terinci LKPD DIY 2025 Dimulai, Pemda Berkomitmen Kooperatif dan Transparan |
|
|---|
| Soal THR Karyawan PT Dong Young Tress Indonesia, Ini Desakan MPBI DIY ke Pemkab Bantul dan Pemda DIY |
|
|---|
| Langkah DLHK DIY Atasi Potensi Lonjakan Sampah saat Libur Lebaran 2026 |
|
|---|
| 208 SPPG di DIY Disetop, Pemda Apresiasi Langkah Preventif BGN |
|
|---|
| Kesiapan Polda DIY Jelang Masa Mudik Lebaran 2026: Titik Kemacetan hingga Antisipasi Pengamanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Apa-Itu-TBC-Berikut-Penjelasan-Gejala-dan-Penyebabnya.jpg)