Mudik Lebaran 2026

Kesiapan Polda DIY Jelang Masa Mudik Lebaran 2026: Titik Kemacetan hingga Antisipasi Pengamanan

Berbagai kesiapan terus dilakukan Pemda DIY, Polda DIY, beserta semua pemangku kebijakan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung dan pemudik

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Dok. Polda DIY
PENGECEKAN - Wakapolda DIY bersama jajaran Ditlantas Polda DIY melakukan pengecekan Jalan Tol fungsional Purwomartani-Prambanan, Selasa (10/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 8,2 juta pergerakan orang diproyeksikan bakal membanjiri Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada masa Lebaran 2026.
  • Berbagai kesiapan terus dilakukan Pemda DIY, Polda DIY, beserta semua pemangku kebijakan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung dan pemudik tersebut.
  • Polda DIY menyiapkan sejumlah langkah pengamanan dan pengawasan melalui Operasi Ketupat Progo 2026

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 8,2 juta pergerakan orang diproyeksikan bakal membanjiri Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada masa Lebaran 2026.

Jumlah tersebut merupakan prediksi angka kumulatif pemudik dan pelancong yang ingin memanfaatkan masa libur Lebaran di wilayah DIY.

Berbagai kesiapan pun terus dilakukan Pemda DIY, Polda DIY, beserta semua pemangku kebijakan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung dan pemudik tersebut.

Diketahui, DIY memang menjadi salah satu tujuan utama dan favorit pemudik maupun wisatawan pada masa arus mudik Lebaran tahun ini.

Polda DIY pun menyiapkan sejumlah langkah pengamanan dan antisipasi kepadatan lalu lintas melalui Operasi Ketupat Progo 2026, yang akan digulirkan pada 13-25 Maret 2026.

Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, memimpin langsung Rapat Koordinasi Forkopimda untuk menyinergikan langkah mitigasi atas potensi kemacetan, kerawanan kriminalitas, hingga ancaman bencana hidrometeorologi selama periode libur panjang Lebaran tahun ini.

Pemetaan Titik Rawan Macet

Menurut data Kementerian Perhubungan, DIY kembali menjadi salah satu destinasi utama mobilitas masyarakat secara nasional.

Tingginya volume kendaraan dan manusia ini diyakini akan menciptakan sejumlah simpul kerawanan baru jika tidak dikelola dengan baik.

"Kami mengetahui dari data Kementerian Perhubungan bahwa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tujuan utama mobilitas masyarakat pada puncak arus mudik, yang diprediksi mencapai 8,2 juta orang. Hal ini pasti akan memunculkan simpul-simpul kerawanan ataupun titik-titik yang dapat menimbulkan isu. Dari hasil survei, diprediksi akan muncul potensi kemacetan, peningkatan angka kriminalitas, serta risiko bencana alam," papar Anggoro, Selasa (10/3/2026).

Guna memecah penumpukan massa, pemetaan telah dilakukan di sejumlah pusat transportasi dan pariwisata.

Anggoro memastikan, evaluasi dari pengamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya menjadi acuan utama agar kendala di lapangan dapat ditekan secara signifikan.

Kapolda pun merinci beberapa titik yang diprediksi rawan macet di wilayah DIY, di antaranya :

  • Kawasan sekitar Stasiun Tugu
  • Seputaran Stasiun Lempuyangan
  • Bandara Adisutjipto Yogyakarta
  • Seputar Bandara YIA Kulon Progo
  • Beberapa Destinasi Hiburan atau Wisata

"Tetapi, dari hasil rapat koordinasi ini, kita pastikan dengan mengacu pada kegiatan pengamanan Nataru sebelumnya, bahwa hal-hal yang sudah diantisipasi tidak akan menjadi kendala yang berarti," tegas Kapolda DIY.

PENUMPANG: Suasana Stasiun Lempuyangan Yogyakarta.
PENUMPANG: Suasana Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. (Istimewa)

Fasilitas Kesehatan Siaga 24 Jam

Dalam aspek operasional pengamanan, Polda DIY menyiagakan puluhan posko khusus.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved