Mudik Lebaran 2026

Waspada Jalan Bergelombang di Jalur Mudik, Kapolda DIY Siagakan Personel Ekstra

Polda DIY akan melipatgandakan intensitas pengamanan dan pengawasan di titik-titik rawan tersebut guna menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho
OPS KETUPAT - Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono (kedua dari kiri) memberikan keterangan pers didampingi jajaran Forkopimda DIY seusai Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah terkait persiapan pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah di Bangsal Kepatihan, Selasa (10/3/2026). Dalam koordinasi tersebut, Polda DIY bersama lintas instansi menyiapkan Operasi Ketupat Progo 2026 yang akan berlangsung pada 13–25 Maret guna mengantisipasi pergerakan sekitar 8,2 juta pemudik yang diprediksi masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Ringkasan Berita:
  • Polda DIY memberi perhatian khusus kondisi infrastruktur jalan yang bergelombang di sejumlah titik jalur mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
  • Intensitas pengamanan dan pengawasan di titik-titik rawan akan dilipatgandakan guna menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
  • Dengan keterbatasan fiskal yang ada, prioritas anggaran Pemda DIY hanya akan menyasar pada pemeliharaan rutin, sementara proyek rehabilitasi jalan secara menyeluruh dipastikan sulit terlaksana.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) memberikan atensi khusus terhadap kondisi infrastruktur jalan yang bergelombang di sejumlah titik jalur mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono. menegaskan akan melipatgandakan intensitas pengamanan dan pengawasan di titik-titik rawan tersebut guna menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Langkah preventif ini diambil menyusul adanya laporan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY mengenai sejumlah ruas jalan yang belum sepenuhnya mulus menjelang arus mudik.

Kesiagaan personel kepolisian di lapangan akan difokuskan untuk memandu pengendara yang belum mengenal medan.

Adapun beberapa ruas jalan di DIY mengalami kondisi bergelombang, retak, dan berlubang, hingga kerap dikeluhkan masyarakat meliputi Jalan Kusumanegara (Kota Yogyakarta), Jalan LPMP Kalasan dan Jalan Kaliurang, serta sejumlah ruas jalan lainnya.

"Baik, kami sudah menerima informasi tentang jalan bergelombang dari Kepala Dinas. Informasi ini sangat penting bagi kami dari pihak kepolisian dan petugas pelaksana operasi di titik-titik tertentu nantinya. Terhadap jalan yang belum bisa diperbaiki secara cepat, maka peralatan, koordinasi, dan kesiapan personel untuk mengamankan jalur-jalur yang sudah ditandai tersebut akan kami tingkatkan," ujar Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, dalam keterangannya di Bangsal Kepatihan, Selasa (10/3/2026).

Pengawasan dan Pengamanan Ditingkatkan

Anggoro menjelaskan bahwa pola pengamanan pada jalur-jalur bergelombang ini akan berbeda dengan titik pengawasan rutin.

Kepolisian akan menempatkan personel dengan rasio yang lebih besar untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terkendali meskipun kondisi jalan tidak optimal.

"Jalan-jalan tersebut akan kami jaga dua kali lipat lebih intensif dibandingkan jalur yang sekadar menjadi spot pengawasan biasa. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi ketidaktahuan masyarakat terkait kondisi jalan. Dengan informasi yang disampaikan lebih awal, kita dapat mencegah potensi kecelakaan akibat ketidakpahaman masyarakat melalui penyebaran informasi dan koordinasi sedini mungkin," tegas Anggoro.

Upaya mitigasi ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan Operasi Ketupat Progo 2026.

Selain penempatan personel, Polda DIY juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memasang rambu peringatan tambahan dan alat pembatas kecepatan di area yang dianggap paling berbahaya bagi pemudik.

Baca juga: 8,2 Juta Pemudik Bakal Serbu DIY saat Lebaran, Kapolda Beberkan Titik-titik Kemacetan

Anggaran Minimalis

Sebelumnya diberitakan, Pemda DIY memproyeksikan alokasi anggaran infrastruktur jalan pada tahun 2026 akan bersifat minimalis.

Dengan keterbatasan fiskal yang ada, prioritas anggaran hanya akan menyasar pada pemeliharaan rutin, sementara proyek rehabilitasi jalan secara menyeluruh dipastikan sulit terlaksana.

Kondisi ini menjadi tantangan besar mengingat saat ini terdapat sekitar 10 persen dari total panjang jalan di wilayah DIY yang berada dalam kondisi rusak.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved