Sleman
UPTD Rusunawa Sleman Akan Tertibkan Penghuni yang Bukan Warga Sleman
Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Rusunawa terus melakukan pendataan kepada para penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Rusunawa terus melakukan pendataan kepada para penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).
Langkah itu dimaksudkan untuk memastikan tidak ada penghuni dari luar Sleman yang menyewa Rusunawa.
Kepala UPTD Rusunawa Sleman Panut Suharto menjelaskan satu dari beberapa syarat untuk bisa menghuni rusunawa yang ada di Sleman adalah ber-KTP Sleman.
Berdasarkan syarat itu pula, ia mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan beberapa penghuni yang terindikasi dari luar daerah.
• Palette: Tips Merawat Wajah Saat Musim Panas
Penghuni tersebut tinggal tinggal di Rusunawa Jongke dan Dabag.
"Saat ini kami menunggu dari hasil pendataan. Mereka yang luar daerah kami tunggu sampai habis kontrak," jelasnya pada Tribunjogja.com, Selasa (6/8/2019).
Sejauh ini pihaknya telah memberlakukan persyaratan ketat agar tidak penyalahgunaan rusunawa.
Mulai dari persyaratan dokumen, di mana syarat mutlaknya adalah ber-KTP Sleman, termasuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sudah berkeluarga. Selain itu pembayaran dilakukan dengan non tunai.
Namun demikian, meski dilakukan berbagai persyarata, masih ditemukan penyalahgunaan.
• Pembebasan Lahan untuk Jalur Alternatif Gunungkidul - Sleman Dikebut
Ia menilai hal itu dikarenakan masyarakat yang semakin cerdik, mereka memindahtangankan unit rusunawa yang telah ia sewa ke orang lain. Maka dari itu, pihaknya juga melakukan inspeksi mendadak di rusunawa.
"Yang kira-kira mencurikan dan tidak sesuai dengan berkas saat pendaftaran akan kami keluarkan," tegasnya.
Di Sleman total ada lima lokasi Rusunawa yang diperuntukkan bagi MBR, yaitu Rusunawa Jongke, Dabag, Manggung , Gemawang 1 dan Gemawang 2.
Tingkat keterhuniannya juga sudah sampai 90 persen.
Dari catatannya, mayoritas yang menghuni di sana adalah pasangan muda.
• Lepas dari Kemiskinan, Warga Sleman Diminta Ubah Pola Pikir
Sementara itu, Kasi Perumahan Formal Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Perukiman (DPUPKP) Sleman Muhammad Nurrochmawardi menjelaskan antrean untuk bisa menghuni rusunawa sangat banyak.