MBTI
Persona dan Personality MBTI: Dua Sisi Diri yang Saling Melengkapi
Pernah dengan istilah “topi” atau "topeng" yang dipakai oleh setiap orang dalam beraktivitas di keseharian? Yap, biasa dikenal juga dengan Persona.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Selain itu, personality atau kepribadian tetap sama di berbagai konteks, tapi persona berubah mengikuti kebutuhan sosial atau emosional.
Oleh karenanya, keduanya dapat saling melengkapi, karena personality memberi dasar stabilitas, sedangkan persona memberi kemampuan untuk berinteraksi dengan dunia.
Pulang ke Rumah Setelah Eksplorasi
Setelah seharian beradaptasi dengan berbagai persona, respon utama ketika sedang rehat ialah kembali ke sifat dasar yang paling nyaman, yaitu personality.
Bagi seorang introvert, mungkin berarti butuh waktu sendiri setelah tampil percaya diri di hadapan banyak orang.
Bagi seorang ekstrovert, bisa berarti mencari kembali energi lewat interaksi setelah lama menahan diri.
Personality adalah rumah tempat beristirahat setelah menjelajahi dunia dengan berbagai “topi” yang telah kenakan.
Memiliki banyak persona bukan hal yang salah, justru menunjukkan kelenturan dan kecerdasan sosial.
Namun, di balik setiap persona, jangan pernah lupa kembali ke jati diri, kepribadian MBTI yang menjadi pusat penyeimbang dan arah hidup.
( MG/Farah Amiratunnisa )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Selain-MBTI-Kamu-Harus-Coba-3-Tes-Kepribadian-Ini.jpg)