Pernyataan Sema UGM Setelah Mahasiswa Geruduk dan Bubarkan Diskusi Menteri di GIK 

Sema UGM menyampaikan pernyataan sikap setelah mahasiswa menggeruduk dan membubarkan diskusi bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa”.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Joko Widiyarso
Istimewa
PENRNYATAAN SEMA UGM - Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono saat berdiskusi dengan sejumlah mahasiswa di luar gedung GIK UGM, Senin (15/6/2026) malam. Melalui unggahan di media sosial @semaugm.official, mereka mengklaim aksi tersebut dilakukan karena pemerintah dinilai gagal menjalankan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. 

Di mana nilai Pancasila yang dibicarakan dalam forum ini ketika konflik agraria dibiarkan, transparansi absen, dan rakyat dipaksa berhemat demi pemborosan elit?
Apa yang sebenarnya sedang diwujudkan oleh kabinet hari ini? Cita-cita Pancasila atau semata-mata cita-cita Prabowo?”

Mereka juga menyinggung respons sejumlah pejabat yang hadir dalam diskusi tersebut.

“Bahkan secara eksplisit kami mempertanyakan kepada Nusron Wahid dan Sudaryono, ‘Apakah kalian merasa bersalah (re: dengan kondisi Indonesia saat ini)?’ Mereka secara eksplisit mengatakan TIDAK MERASA BERSALAH. Bahkan, Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN mengelak mengakui adanya ratusan tanah adat yang dicuri oleh pemerintah untuk proyek food estate. Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian, juga mengelak mengakui krisis yang saat ini sedang terjadi, yaitu bocornya APBN akibat program kerja populis: MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Tak lupa, Budiman ‘SANG PENGKHIANAT REFORMASI’ Sudjatmiko, Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan, menghilang ketika kami ingin mempertanyakan nasib rakyat miskin dan termarjinalka,” katanya.

Sema UGM menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk perjuangan agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi simbol dalam forum resmi.

“Perlu digarisbawahi, apa yang kami lakukan sejatinya hanya untuk memperjuangkan bahwa Pancasila tidak seharusnya menjadi pemanis dalam forum-forum resmi, sementara nilai-nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan kedaulatan rakyat tak pernah serius mereka perjuangkan. Selain itu, kami terpantik ketika mereka bertiga di podium menantang publik untuk ‘mengkritik secara langsung, bukan di sosial media’. Jika pemerintah terus merampas keadilan dan membiarkan perut rakyat kelaparan, jangan salahkan publik jika kesabaran ini habis. Jangan terkejut, jika dalam waktu dekat REVOLUSI menjadi satu-satunya jalan keluar,” tutupnya.
 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved