Mobil yang Dikendarai Dapat Sorotan, Begini Respons Tiyo Ardiyanto 

Jenis mobil yang dikendarai eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardiyanto mendapat sorotan usai temuan alat pelacak.

Tayang:
Tribun Jogja/HANIF SURYO
MOBIL TIYO - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) 2025, Tiyo Ardianto. Jenis mobil yang dikendarai eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardiyanto mendapat sorotan usai temuan alat pelacak. 
Ringkasan Berita:
  • Mobil yang dikendarai eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardiyanto mendapat sorotan usai temuan alat pelacak.
  • Kendaraan yang dikendarai oleh Tiyo mendapat sorotan lantaran harganya yang mahal dan tergolong mewah, yakni Toyota Fortuner.
  • Menurut Tiyo,  mobil yang ia kendarai adalah milik saudaranya. Saudaranya meminjamkan mobil tersebut lantaran prihatin atas rentetan teror yang sebelumnya dialaminya.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jenis mobil yang dikendarai eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardiyanto mendapat sorotan usai temuan alat pelacak.

Mobil yang dikendarai oleh Tiyo mendapat sorotan lantaran harganya yang mahal dan tergolong mewah, yakni Toyota Fortuner.

Tiyo menjelaskan mobil yang ia kendarai adalah milik saudaranya. Saudaranya meminjamkan mobil tersebut lantaran prihatin atas rentetan teror yang sebelumnya dialaminya.

"Harap dicatat dan jangan dijadikan diksi mobil Ketua BEM ya. Karena itu bukan mobil saya. Itu adalah mobil yang dipinjamkan oleh saudara yang prihatin sekaligus peduli pada keselamatan saya, sehingga dia pinjamkan itu sejak teror demi teror saya alami," jelasnya, Senin (15/6/2026).

Ia menyebut dirinya berasal dari keluarga sederhana yang bahkan tidak terpapar informasi tentang harga-harga mobil. Ia mengklaim dirinya tidak tahu harga asli mobil tersebut.

"Kalau ditanya kok mobilnyanya katakanlah mewah gitu, ya karena adanya memang itu, tidak ada pertimbangan lain. Dan saya sendiri bukan dari keluarga kaya memang, dari keluarga sangat sederhana yang bahkan tidak terpapar informasi tentang harga-harga mobil," ujarnya.

"Jadi ketika beberapa orang sampaikan bahwa harga mobil itu mahal, saya baru tahu bahkan," sambungnya.

Terkait langkah ke depan, Tiyo masih mempertimbangkan untuk melaporkan hal tersebut.

"Saya sedang pertimbangkan untuk laporkan sembari lakukan investigasi secara mandiri," jelasnya.

Kronologi dugaan pelacakan

Sebelumnya, Tiyo Ardiyanto mengungkap kronologi ditemukannya alat pelacak di mobil yang dikendarai.

Tiyo mengatakan alat pelacak tersebut sudah terpasang di mobil yang ia kendarai sejak Jumat (12/6/2026) malam saat berada di Tembalang, Jawa Tengah.

Tiyo memang menghadiri sebuah diskusi di balai Penajamin Mutu Provinsi Jawa Tengah yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Semarang.

"Di sana saya sudah mendapati ada beberapa orang yang tidak dikenal yang menguntit dan kemudian memfoto saya secara jelas apa yang saya lakukan, termasuk ketika saya jalan. Itu menurut saua jadi aba-aba bahwa saya memang sedang diintai," katanya, Senin (15/6/2026).

"Sesudah kegiatan selesai sekitar pukul 12.30, saya segera berangkat ke Jogja untuk turut terlibat dalam aksi di Gejayan. Nah, sepanjang perjalanan dari Semarang ke Jogja sebenarnya ada beberapa kali notifikasi muncul, tapi saya abaikan," sambungnya.

Ia melanjutkan notifikasi kembali muncul setelah aksi di Gejayan berakhir, sekitar pukul 20.00 atau 21.00. Setelah mengecek, ia menemukan alat kotak yang dilengkapi magnet ditempel di bagian belakang bodi mobil.

Setelah konsultasi ke beberapa orang, alat tersebut kemudian direndam air semalaman.

Sayangnya, notifikasi kembali muncul saat ia hendak ke Semarang. Ia tak menggubris notifikasi tersebut. Namun notifikasi yang sama kembali muncul saat ia berada di bandara.

"Loh kok notifikasi itu masih muncul lagi. Kami cari lagi dan ternyata kami temukan dalam bentuk lain, yaitu lingkaran pipih ditempel menggunakan solasi, lakban gitu, hitam di bagian ban kanan belakang," lanjutnya.

Ia sendiri tak tahu apakah alat tersebut saling berkaitan atau tidak. Namun ia menduga, alat yang ditemukan di bandara adalah alat yang baru dipasang.

"Ini membuat saya tambah berdebar, karena saya tidak tahu apakah dua alat ini adalah alat yang berbeda yang dipasang di jangka waktu berbeda, atau kedua alat ini saling berhubungan. Karena alat yang pertama saya temukan itu tidak kotor sama sekali. Itu mungkin menandakan bahwa alat itu baru dipasang ketika saya di Jogja," terangnya.

Menurut dia, alat tersebut sengaja dipasang sebagai bentuk teror.

"Saya kira justru itulah letak di mana terornya terjadi. Bahwa ini sengaja dipasang untuk saya ketahui, supaya jadi alarm bagi diri saya bahwa ke manapiun saya pergi, ada orang-orang yang tahu, ada orang-orang yang mengamati," ujarnya.

Terkait langkah ke depan, Tiyo masih mempertimbangkan untuk melaporkan hal tersebut.

"Saya sedang pertimbangkan untuk laporkan sembari lakukan investigasi secara mandiri," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved